Harian Bengkulu Ekspress

Produksi Lele Asap di Desa Taba Mutung Tembus 150 Kg Perminggu

BAKTI/BE LELE ASAP: Pembuatan ikan lele asap yang menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat dan TP PKK Desa Taba Mutung, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah.--

Harianbengkuluekspress.id - Pelatihan keterampilan yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Taba Mutung, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) membuahkan hasil. 

Program pelatihan pengolahan ikan lele asap tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK setempat.

Berbekal ilmu dan pemahaman yang diperoleh selama pelatihan, ibu-ibu PKK bersama warga Desa Taba Mutung langsung bergerak cepat memulai usaha pengolahan ikan lele asap skala rumahan. 

Produk olahan ini diharapkan menjadi salah satu makanan khas Bengkulu yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga bernilai gizi tinggi.

Ikan lele asap diketahui kaya akan protein, omega 3, serta berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh.  Proses pengasapan juga membuat ikan lebih tahan lama tanpa bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi dan cocok sebagai lauk siap saji maupun oleh-oleh khas daerah.

BACA JUGA:Tak Dipekerjakan, Ratusan Mantan Honorer Demo Pemda Seluma

BACA JUGA:Wabup Kaur Ajak ASN Tingkatkan Ibadah dan Disiplin

Kepala Desa Taba Mutung, Erpan, mengatakan pemerintah desa memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan yakni penyediaan mesin pengolahan untuk mempermudah dan mempercepat proses produksi ikan lele asap.

"Untuk saat ini, produksi masih dalam skala kecil. Setiap minggu kami mengolah sekitar 150 kilogram ikan lele," terang  Erpan.

Ia menambahkan, dengan hasil produksi yang masih terbatas, pemasaran ikan lele asap sementara ini masih menjangkau wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah.  Namun, ke depan peluang usaha ini dinilai sangat menjanjikan, mengingat tingginya minat masyarakat terhadap produk olahan ikan yang praktis, sehat, dan bercita rasa khas.

Pemdes Taba Mutung pun membuka peluang kerja sama bagi para pengepul, pedagang, maupun pelaku UMKM yang ingin menjalin kemitraan secara rutin dan berkesinambungan. Selain meningkatkan pendapatan warga, usaha ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan mendorong kemandirian ekonomi desa.

"Harga jual saat ini Rp 100 ribu per kilogram. Kami siap melayani pembelian dari pedagang yang ingin memasarkan kembali produk olahan unggulan dari desa kami," pungkas Erpan. (Bakti)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan