11 Desa di Benteng Rawan Banjir
Plt Kalak BPBD Benteng, Rahmat Hidayat SE--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Benteng, Rahmat Hidayat SE mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan, terdapat sedikitnya 11 desa di 5 kecamatan yang masuk dalam kategori rawan banjir. Kondisi ini membuat sejumlah wilayah kerap terdampak genangan air saat hujan deras mengguyur.
Adapun desa-desa yang dimaksud yakni Desa Kembang Ayun dan Desa Pagar Dewa di Kecamatan Pondok Kelapa, Desa Taba Jambu di Kecamatan Pondok Kubang, serta Desa Jayakarta, Pulau Panggung, Lagan, Kembang Seri dan Desa Nakau di Kecamatan Talang Empat.
Selain itu, Desa Taba Terunjam dan Talang Empat di Kecamatan Karang Tinggi serta Desa Rindu Hati di Kecamatan Taba Penanjung juga termasuk wilayah yang kerap dilanda banjir.
"Hasil pendataan kami menunjukkan ada 11 desa di lima kecamatan yang rawan banjir. Saat hujan deras, beberapa rumah warga di wilayah tersebut sudah mulai tergenang air," jelas Rahmat.
BACA JUGA: Bupati Benteng Ingatkan OPD Kejar Target PAD
BACA JUGA:Prajurit Wajib Bijak Bermedsos hingga Peduli Wilayah Binaan
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan, agar selalu waspada dan siap siaga menghadapi kemungkinan banjir. Warga juga diharapkan menyiapkan perlengkapan darurat seperti dokumen penting, makanan siap saji, obat-obatan, serta kebutuhan lainnya yang diperlukan jika sewaktu-waktu harus melakukan evakuasi.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari genangan air yang berpotensi menimbulkan penyakit menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan kesehatan.
"Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sangat dibutuhkan agar dampak bencana dapat diminimalisir. Kami juga mengimbau warga untuk segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di lingkungannya," pungkas Rahmat.(bakti)