Harian Bengkulu Ekspress

Stok Pangan di Kabupaten Kepahiang Aman

Kepala Dinas KPP Kabupaten Kepahiang, Rukis Manto.--

Harianbengkuluekspress.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Kepahiang memastikan ketersediaan stok pangan pokok di wilayah tersebut dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Kepastian ini diperoleh setelah tim Satgas Pangan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pemantauan langsung ke Pasar Kepahiang, Kamis 12 Februari 2026.

Kepala Dinas KPP Kabupaten Kepahiang, Rukis Manto, mengatakan kepada BE, peninjauan lapangan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Pertanian serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM. Fokus utama pemantauan adalah memastikan rantai pasok dan stabilitas harga komoditas penting tetap terjaga.

BACA JUGA:Pemkab BS Gelar Coffee Morning Transformasi Digital, Dorong Penerapan Tapping Box

BACA JUGA:Unib Buka Prodi Baru, Mulai Terima Mahasiswa Baru Tahun Ini

Salah satu perhatian utama ketersediaan beras. Berdasarkan koordinasi dengan Perum Bulog, stok beras untuk wilayah Kepahiang saat ini tercatat sekitar 500 ton.

“Hasil monitoring tim di pasar menunjukkan stok beras masih aman. Kami juga sudah mendapatkan informasi dari Bulog bahwa tersedia kurang lebih 500 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi Ramadan dan Idulfitri nanti,” ujar Rukis Manto.

Ia menambahkan, dengan ketersediaan stok yang mencukupi, fluktuasi harga beras diharapkan tetap dalam batas wajar dan dapat dikendalikan.

Selain beras, tim juga memantau harga dan ketersediaan komoditas lain seperti gula pasir, minyak goreng, daging, cabai keriting, cabai rawit, hingga telur ayam. Rukis Manto mengakui adanya potensi kenaikan harga saat memasuki Ramadan akibat meningkatnya permintaan masyarakat, namun sejauh ini harga di pasar masih relatif stabil.

“Untuk harga komoditas lain memang masih fluktuatif, namun tetap terkendali. Kami akan terus memantau pergerakannya di lapangan,” imbuhnya.

BACA JUGA:Gas 3 Kg di Lebong Masih Langka, Tapi Kuota 2026 Tak Ditambah, Begini Keterangan Disperindagkop

Terkait wacana pelaksanaan Pasar Murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM), ia menjelaskan langkah tersebut hingga kini belum bersifat mendesak.

“Berdasarkan hasil pantauan pagi ini, situasi di pasar masih stabil. Pelaksanaan pasar murah memang menjadi salah satu instrumen pengendalian harga, namun melihat kondisi ketersediaan dan harga saat ini, hal tersebut belum dirasa mendesak untuk segera dilaksanakan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Kepahiang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, mengingat jalur distribusi serta stok pangan dipastikan terjaga hingga hari raya mendatang. (Doni Parianata)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan