Harian Bengkulu Ekspress

Terapkan Petik Merah, Bupati Kepahiang Studi Kerja ke Temanggung

Bupati Kepahiang Zurdinata melihat kualitas kopi Temanggung. - IST/BE -

Harianbengkuluekspress.id – Kabupaten Kepahiang memiliki potensi perkebunan kopi yang sangat luas dan mencapai 26.000 hektare. Namun produktivitas dan kualitasnya dinilai belum maksimal. Guna mendongkrak nilai tambah kopi bagi petani di Bumi Alami, Bupati Kepahiang, H Zurdi Nata SIP melaksanakan studi kerja ke Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kunjungan strategis ini disambut hangat oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan (Agus Gondrong). Menariknya, langkah ini bukan sekadar studi banding biasa, melainkan tindak lanjut nyata atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) terkait audit sektor perkebunan kopi di Kabupaten Kepahiang. BPK merekomendasikan Temanggung sebagai daerah percontohan nasional dalam pengelolaan kopi yang modern.

"Kami ingin belajar langsung bagaimana Temanggung membangun sistem dari hulu ke hilir. Di Kepahiang, sebagian besar masih konvensional. Ke depan, kita akan dorong edukasi agar petani beralih ke sistem yang lebih modern dan berorientasi kualitas," ujar Bupati Nata.

BACA JUGA: BUMN Gelar Mudik Gratis 2026, Siapkan Ribuan Bus, Segini Kuotanya

BACA JUGA:Ancaman Bencana Hidrologi, BMKG Imbau Warga Daerah Ini imina Waspada Hujan Deras Mulai 15–21 Februari 2026

Bupati Nata mengaku cukup terkejut dengan standar mutu kopi di Temanggung. Meskipun luas lahan kopi di Temanggung hanya sekitar setengah dari luas lahan di Kepahiang, namun kualitas produksinya jauh lebih unggul.

"Saya melihat kopi asalan di Temanggung saja sudah minim cacat (defect) dengan kadar air sekitar 16 persen. Di Kepahiang, standar seperti itu sudah masuk kategori kualitas super. Selain itu, di sini seluruhnya menerapkan sistem petik merah. Inilah yang akan kita bawa dan terapkan di Kepahiang agar daya saing kita meningkat," tegas Nata.

Bupati optimistis, jika pola pikir petani Kepahiang mulai beralih ke sistem petik merah dan pengolahan pascapanen yang benar, maka kesejahteraan petani kopi di Kepahiang akan meningkat signifikan.

Untuk diketahui, dalam kunjungan ini Bupati Nata memboyong sejumlah pejabat teras, di antaranya Kepala BKD Jono Antoni, Kepala Dinas Pertanian Ir. Taufik, Kepala Dinas Perdagangan dan UKM Herman Zamzari, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Irwan Alfian. (doni)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan