Harian Bengkulu Ekspress

Wow! 65% Anggaran Perjalanan Dinas Kemenag Dipangkas, Ini Alasannya

Menteri agama Nasaruddin umar dalam Breakfast Meeting-Tangkaplayar/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id- Kementerian Agama bikin langkah yang cukup mengejutkan. Di tengah kondisi anggaran negara yang makin ketat pada 2026, mereka memilih “mengorbankan” perjalanan dinas demi menjaga layanan ke masyarakat tetap jalan.

Bukan angka kecil, anggaran perjalanan dinas luar negeri dipotong hingga 70%, sementara perjalanan dinas dalam negeri dipangkas 65%. Dana yang biasanya habis untuk tiket, hotel, dan kunjungan kerja kini dialihkan ke layanan publik.

Kepala Biro Perencanaan Setjen Kemenag, Kastolan, terang-terangan bilang bahwa ini langkah ekstrem tapi perlu.
Menurutnya, yang penting sekarang bukan lagi banyaknya perjalanan, tapi memastikan masyarakat tetap terlayani.
"Kami melakukan pemotongan signifikan pada pos perjalanan dinas luar negeri hingga 70% dan perjalanan dinas biasa sebesar 65%. Anggaran hasil penghematan ini dialihkan untuk menjaga agar fungsi layanan dasar tidak terganggu," ujarnya.

BACA JUGA: Kemendikdasmen Dorong SMK Swasta Jadi Lebih Berkualitas dan Siap Kerja

BACA JUGA: Kuliah Gratis 2026? Ini Dia Beasiswa BSI Unggulan, Lengkap Syarat dan Cara Daftar

Langkah Kastolan sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam arahan Breakfast Meeting, Menag meminta seluruh jajaran Kementerian Agama untuk melakukan transformasi fundamental dalam pola pikir perencanaan program.

Menag menegaskan bahwa keterbatasan anggaran negara tidak boleh menjadi penghalang bagi instansi untuk memberikan solusi nyata atas berbagai problem keagamaan yang dihadapi masyarakat saat ini.

"Perencanaan kita ke depan, saya minta tolong berpikirlah out of the box. Acuan kita ke depan adalah tantangan, jangan hanya terpaku pada anggaran yang kita miliki. Kalau anggaran terbatas, cari alternatif," sebut Menag.

Di sisi lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga kasih pesan keras ke seluruh jajarannya,  jangan lagi berpikir biasa. Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mandek.

“Kalau anggaran terbatas, cari cara lain. Jangan terpaku,” tegasnya.

Nada ini jelas menunjukkan perubahan arah. Kemenag seolah ingin meninggalkan pola lama yang identik dengan kegiatan seremonial dan perjalanan dinas, menuju kerja yang lebih langsung terasa dampaknya.

BACA JUGA:Pansel Umumkan 3 Besar Seleksi JPT di Lingkungan Pemkot Bengkulu, Ini Daftarnya

BACA JUGA:Aksi Nyeleneh, Pemuda Berpakaian Muslim Minum Oli Viral, MUI Buka Suara

Bahkan, Menag mendorong kolaborasi besar-besaran. Mulai dari kantor wilayah, kampus keagamaan, sampai mahasiswa diminta turun langsung ke masyarakat.
Program seperti pemberantasan buta huruf Al-Qur’an hingga pencegahan pernikahan bawah tangan jadi fokus nyata.
“Mari kita bekerja sebagai Super Team, bukan Superman. Saya mohon Rektor dan Kakanwil berkolaborasi. Jangan hanya bertemu saat seremoni. Gunakan mahasiswa KKN/PKN untuk membantu program Bimas, misalnya memberantas buta huruf Al-Qur'an di desa atau mencegah pernikahan bawah tangan,” tutur Menag.

Seraya menambahkan “Integrasikan program penyuluh, imam masjid, dan KUA secara holistik, komprehensif, dan integratif. Ajuan kita ke depan adalah tantangan, jangan hanya terpaku pada anggaran yang kita miliki,” tandasnya.(**)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan