Harian Bengkulu Ekspress

Bersiaplah, Honda Super One EV Segera Meluncur di Indonesia

Mitos penggunaan Mobil listrik yang masih banyak dipercayai masyarakat-Istimewa/Bengkuluekspress.-

Harianbengkuluekspress.id - Teka-teki peluncuran mobil listrik Honda di Indonesia mulai terkuak. Pabrikan asal Jepang ini tengah bersiap masuk ke segmen EV Tanah Air dengan merilis mobil listrik berbasis baterai dalam waktu dekat.

Sinyalnya sudah terbaca lewat munculnya Nilai Jual Kendaran Bermotor (NJKB) yang diduga milik Honda Super One di di laman resmi Badan Pendapatan Daerah (BPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berapa nilai jual dasar (NJKB) Honda Super One yang terdaftar di Jakarta. Nilai jual dasar yang tertera di laman BPD DKI Jakarta untuk kode yang diduga Honda Super One adalah sebesar Rp 257 juta (sebelum pajak)

Sinyal dari pihak HPM menunjukkan model ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan konsumen secara luas, berbeda dengan model e:N1 yang saat ini masih dalam skema B2B.

BACA JUGA:Mobil Listrik Chery QQ3 Segera Meluncur, Siap Tantang Geely EX2, Jarak Tempuh hingga 420 km

BACA JUGA:Dinkes Bengkulu Selatan Cek Kelayakan 3 Dapur SPPG, Pastikan Higienitas Pemenuhan Gizi

Dugaan nilai jual dasar dari Honda Super One masih berupa kode dan inisial, yakni JG6A EV ZZE yang didaftarkan dengan nilai jual Rp 257 juta.

Di sana tertera juga kode R18 LX EV ZZE seharga Rp782 juta yang disinyalir milik SUV EV Medium Zero Alpha. Dari kedua prediksi EV tersebut, nama Super One yang berpeluang lebih dulu dilepas ke publik.

Merespons hal tersebut, Sales Marketing dan Aftesales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy menjawab secara retoris.

Kendati demikian, maksud tersirat dari Billy adalah Honda Indonesia akan segera terjun dan bersaing di segmen mobil nol polusi.

"Itu yang belum bisa kita bicarakan sekarang (mobil listrik Honda). Tapi kan sudah (muncul) di Samsat, itu sudah terdaftar, ya," jelas Billy.

Sebelumnya HPM sudah menawarkan e:N1, sebuah SUV EV yang lebih akrab disapa HR-V listrik untuk market Indonesia.

Namun model ini masih dipasarkan dalam skema business to business (B2B) atau tidak dijual ke individu langsung (end user).

Nah, mengkonfirmasi lebih lanjut soal strategi jualan Super One nantinya seperti apa, Billy pun masih menutup rapat strateginya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan