Lewat Buku dan Dongeng, Badan Bahasa Lakukan Pendampingan Psikososial bagi Anak Korban Banjir di Sumatera
Badan Bahasa Lakukan Pendampingan Psikososial bagi Anak Korban Banjir di Sumatera-istimewa/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban banjir di wilayah Sumatera yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk menjaga keberlanjutan proses belajar anak-anak terdampak bencana, sekaligus membantu pemulihan kondisi psikologis mereka pascabanjir. Kegiatan tersebut difokuskan pada penciptaan ruang aman dan menyenangkan agar anak-anak tetap dapat belajar meski berada dalam situasi darurat.
Melalui program “Literasi Ceria, Dongeng Gembira”, Badan Bahasa menghadirkan aktivitas membaca bersama, mendongeng, permainan edukatif, serta penyaluran 5.200 eksemplar buku bacaan bermutu kepada anak-anak di pengungsian dan sekolah terdampak.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Umumkan Pemenang Lomba Gerakan Bengkulu BISA, Ini Para Juaranya
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin menuturkan Pendekatan literasi dipilih karena mampu menciptakan suasana yang aman, menenangkan, dan menyenangkan bagi anak-anak yang mengalami tekanan psikologis pascabencana.
Aktivitas membaca dan mendengarkan cerita membantu anak menenangkan emosi, mengalihkan ingatan dari pengalaman traumatis, serta kembali pada rutinitas belajar yang memberi rasa stabil dan terarah. Dalam konteks ini, buku tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, melainkan juga sebagai media pendampingan yang menumbuhkan harapan dan imajinasi positif.
“Anak-anak yang terdampak banjir memerlukan pendampingan agar tetap memiliki motivasi belajar dan rasa aman secara psikologis. Melalui buku dan aktivitas literasi, kami berupaya membantu mereka kembali beradaptasi dan pulih,” ujar
BACA JUGA:Kesempatan Berkarir di BUMN, PT Mitratani Dua Tujuh Buka Lowongan Kerja, Cek Syarat dan Posisinya
Badan Bahasa menegaskan bahwa bahasa dan literasi memiliki peran penting dalam membantu anak-anak mengekspresikan perasaan, membangun kembali rasa aman, serta menumbuhkan optimisme di tengah kondisi pascabencana.
Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai pihak di daerah, termasuk satuan pendidikan, relawan, dan pemerintah setempat, agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh anak-anak terdampak.
Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap anak-anak korban banjir tetap memperoleh hak pendidikan mereka, sekaligus mendapatkan dukungan psikososial yang dibutuhkan untuk kembali bangkit dan melanjutkan proses belajar.(**)