Harian Bengkulu Ekspress

Indeks Kepuasan Publik terhadap Layanan Kemendikdasmen Meningkat, Sekjend Kemendikdasmen: Jangan Merasa Puas

Indeks layanan kepuasan kemendikdasmen mengalami peningkatan -Istimewa/Bengkuluekspress.-

Harianbengkuluekspress.id- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat peningkatan kualitas layanan publik sepanjang tahun 2025. Berdasarkan Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan (Stakeholder Satisfaction Survey/SSS) 2025, indeks kepuasan nasional mencapai 88,70 dengan predikat Sangat Baik. Angka ini meningkat 1,27 poin dibandingkan tahun 2024.

 

Hasil survei tersebut dipaparkan oleh PT Sigma Research Indonesia di hadapan pejabat Eselon I dan II Kemendikdasmen di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

 

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyambut baik peningkatan indeks kepuasan tersebut. Menurutnya, capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan program Kemendikdasmen.

 

“Indeks kepuasan dengan predikat sangat baik menunjukkan bahwa layanan dan program Kemendikdasmen semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun, hasil survei ini juga menjadi dasar penting untuk terus melakukan perbaikan layanan secara berkelanjutan,” ujar Suharti.

 

Meski demikian, Suharti mengingatkan agar seluruh unit kerja tidak cepat merasa puas. Ia meminta hasil survei dipelajari secara mendalam, terutama pada aspek layanan yang masih berada di bawah harapan masyarakat.

 

“Harapan publik terhadap layanan pendidikan akan terus meningkat, sehingga perbaikan harus terus dilakukan,” tegasnya.

BACA JUGA:Awal 2026 Mengejutkan, KPK Tangkap 8 Pegawai Pajak,Beserta Uang Ratusan Juta dan Valas

BACA JUGA:Serius Bangun Klinik Rawat Inap, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Lakukan Studi Manajemen Rumah Sakit

 

Direktur Riset Sigma Research, Prima Ariestonandri, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 terdapat 66 program unggulan Kemendikdasmen yang disurvei, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 40 program. Dari jumlah tersebut, 25 program masuk kategori Sangat Baik (A), sementara sisanya berada pada kategori Baik (B).

 

Program Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama menjadi program dengan tingkat kepuasan tertinggi, yaitu 98,41. Sementara itu, berdasarkan analisis kesenjangan antara kepuasan dan tingkat kepentingan, Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) memperoleh skor tertinggi sebesar 3,94, yang menunjukkan bahwa manfaat program ini telah melampaui harapan pemangku kepentingan.

 

Program yang baru diluncurkan pada 2025, seperti digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi satuan pendidikan, juga mendapat penilaian positif dari masyarakat. Digitalisasi pembelajaran meraih skor 87,72 (Baik), sedangkan revitalisasi satuan pendidikan mendapat skor 89,80 (Sangat Baik).

 

Menariknya, program digitalisasi pembelajaran dinilai bermanfaat oleh 61 persen masyarakat di daerah tertinggal. Selain itu, sejumlah program lain seperti Revitalisasi Satuan Pendidikan, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Senam Anak Indonesia Hebat, Kurikulum, serta MPLS Ramah juga dirasakan manfaatnya di wilayah tertinggal.

 

Sementara itu, Unit Layanan Terpadu (ULT) sebagai pusat pengaduan dan informasi publik memperoleh skor 92,50 (Sangat Baik), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tertinggi ULT terdapat pada aspek perilaku petugas layanan.

 

Survei ini melibatkan 9.000 responden dari 38 provinsi yang merupakan penerima layanan dan manfaat program Kemendikdasmen. Pengumpulan data dilakukan pada November–Desember 2025 melalui wawancara langsung dan telesurvei, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Dengan hasil tersebut, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pemerataan pendidikan, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia.(**)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan