Harian Bengkulu Ekspress

Kemendikdasmen Dorong SMK Swasta Jadi Lebih Berkualitas dan Siap Kerja

Mendikdasmen membuka rakor pengelolaan SMK swasta oleh yayasan -Istimewa/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya meningkatkan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya SMK swasta. Upaya ini dilakukan agar lulusan SMK lebih siap bekerja dan mampu berwirausaha.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dalam kegiatan rapat koordinasi pengembangan SMK swasta di Kabupaten Tangerang.

Menurut Abdul Mu'ti, SMK memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi dunia kerja. Namun, saat ini masih ada anggapan bahwa lulusan SMK belum sepenuhnya siap kerja dan bahkan menjadi penyumbang pengangguran.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah ingin meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, pendidikan karakter juga akan diperkuat.

Salah satu rencana yang didorong adalah menambah masa belajar SMK menjadi empat tahun. Tujuannya agar siswa memiliki keterampilan yang lebih matang dan siap bekerja, termasuk peluang bekerja di luar negeri.

BACA JUGA: Kuliah Gratis 2026? Ini Dia Beasiswa BSI Unggulan, Lengkap Syarat dan Cara Daftar

BACA JUGA:Diterjang Banjir dan Tanah Longsor, 5 Titik Sumber Air Bersih di Lebong Rusak

Pemerintah juga membuka peluang bagi lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri dengan membekali mereka kemampuan teknis, bahasa, dan pemahaman budaya kerja.

Selain bekerja, lulusan SMK juga didorong untuk menjadi wirausaha. Sekolah diharapkan mengembangkan program sesuai potensi daerah, seperti pertanian di daerah pedesaan atau kelautan di wilayah pesisir.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto disebut memiliki visi untuk memperkuat sektor pertanian dan kelautan. Karena itu, SMK diharapkan bisa mencetak lulusan yang mampu mengelola sumber daya alam menjadi peluang ekonomi.

Di era teknologi saat ini, siswa SMK juga perlu memiliki kemampuan seperti berpikir kritis, kreatif, mampu bekerja sama, dan berkomunikasi dengan baik. Penggunaan teknologi juga penting untuk membantu pemasaran produk agar lebih dikenal luas.

BACA JUGA:Mengerikan! Ibu 63 Tahun di Lahat Ditemukan Terpotong-Potong di Kebun, Dugaan Mutilasi, Polisi Buru Pelaku

BACA JUGA:Persit Dorong UMKM, Batik ChaCha Mentari Buka Peluang Ekonomi Ibu Rumah Tangga di Rejang Lebong


Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa SMK swasta memiliki peran besar dalam pendidikan di Indonesia. Dari sekitar 45 ribu SMK, sekitar 73 persen adalah SMK swasta.

Dengan jumlah siswa sekitar 5 juta, sebagian besar belajar di SMK swasta. Oleh karena itu, kualitas pengelolaan SMK swasta sangat penting untuk masa depan pendidikan.

Ia juga mengatakan bahwa tantangan utama SMK swasta adalah perbedaan kualitas antar sekolah dan kebutuhan untuk terus berinovasi.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 pimpinan yayasan SMK dari seluruh Indonesia. Mereka berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyusun rencana untuk meningkatkan kualitas SMK dalam tiga tahun ke depan.

Kemendikdasmen berharap langkah ini bisa membuat SMK semakin berkualitas, relevan dengan kebutuhan zaman, dan mampu mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(**)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan