Tiket Bengkulu–Jakarta 'Meroket', Tembus Rp5,6 Juta, Avtur Naik Tajam, Kursi Ekonomi Ludes Diserbu Penumpang
RIO/BE Penumpang turun dari pesawat melalui garbarata portabel di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Tingginya mobilitas penumpang pasca Lebaran turut memicu lonjakan harga tiket penerbangan rute Bengkulu–Jakarta dalam beberapa hari terakhir.--
Harianbengkuluekspress.id – Harga tiket pesawat rute Bengkulu–Jakarta melonjak drastis pasca Lebaran. Bahkan, tarif penerbangan sempat menyentuh Rp5,6 juta untuk sekali perjalanan, memicu keluhan masyarakat.
Lonjakan harga ini terjadi di tengah meningkatnya biaya operasional maskapai, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar avtur yang cukup signifikan.
Data Pertamina mencatat, harga avtur periode 1–30 April 2026 naik hingga 72,45 persen menjadi Rp23.551,08 per liter, dari sebelumnya Rp13.656,51 per liter pada Maret 2026.
BACA JUGA:Resmi, Yugiyanto dan Riswan Pimpin PT BIMEX, Pemprov Bengkulu Targetkan Dongkrak PAD Lewat BUMD
BACA JUGA: Bike Race Tarik Kunjungan Wisatawan di Rejang Lebong
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhammad Haekal, mengatakan kenaikan tersebut berpengaruh langsung terhadap struktur biaya maskapai.
“Kenaikan avtur membuat ongkos operasional meningkat, sehingga berdampak pada penyesuaian harga tiket,” ujar Haekal saat dikonfirmasi BE, Rabu (8/4/2026).
Tak hanya itu, lonjakan penumpang pasca lebaran turut memperparah kondisi. Tingginya permintaan membuat kursi penerbangan, khususnya kelas ekonomi, cepat habis terjual.
“Selain avtur, faktor demand juga tinggi. Ini yang mendorong harga ikut naik,” tambahnya.
Haekal menegaskan, tarif Rp5,6 juta bukan harga umum, melainkan untuk kelas bisnis pada maskapai tertentu. Sementara itu, kenaikan tiket kelas ekonomi masih berada dalam batas wajar.
“Harga tersebut untuk kelas bisnis. Untuk ekonomi, kenaikannya hanya beberapa persen,” jelasnya.
Pantauan di aplikasi pemesanan tiket menunjukkan, untuk jadwal 8 hingga 10 April 2026, kursi ekonomi dari maskapai seperti Super Air Jet, Lion Air, Citilink, dan Batik Air sudah habis terpesan.
Kondisi ini membuat sistem hanya menampilkan sisa kursi kelas bisnis dengan harga lebih tinggi. Pada 10 April, tiket bisnis Batik Air jadwal sore mencapai Rp5,6 juta, sedangkan penerbangan pagi berada di kisaran Rp3 juta.
BACA JUGA:Ribuan Nasi Bungkus Disalurkan ke Korban Banjir, ASN Gotong Royong Penuhi Kebutuhan Warga
Sementara itu, harga tiket ekonomi yang biasanya Rp1,2 juta kini naik menjadi Rp1,4 juta hingga Rp1,5 juta. Harga diperkirakan mulai normal pada 11 April, dengan kisaran Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta.
Asisten II Pemprov Bengkulu, RA Denni, mengatakan Pemprov Bengkulu telah berkoordinasi dengan maskapai agar kenaikan tarif tidak terlalu membebani masyarakat.
“Kami sudah meminta maskapai mempertimbangkan tarif agar tetap dalam batas wajar,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga tiket pesawat.
“Kami hanya bisa berkoordinasi. Penentuan tarif ada di maskapai dan pemerintah pusat. Harapannya, kenaikan tidak terlalu tinggi,” pungkasnya. (Eko Putra Membara)