Harian Bengkulu Ekspress

Tim Pakem Bengkulu Selatan Awasi 4 Aliran Sesat, Satu Diantaranya Sudah Masuk Bengkulu

Kejari Bengkulu Selatan bersama Tim Pakem menyampaikan hasil pengawasan terkait aliran sesat yang berkembang pada tahun 2025 dalam rapat Pakem yang digelar Selasa, 2 Desember 2025,-Renald/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan bersama Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (Pakem) menyampaikan hasil pengawasan terkait aliran sesat yang berkembang pada tahun 2025.

Dalam rapat Pakem yang digelar Selasa, 2 Desember 2025, Tim Pakem menyebut terdapat empat aliran sesat yang saat ini masih eksis di Indonesia, dan satu di antaranya telah masuk ke Provinsi Bengkulu.

Kajari Bengkulu Selatan, Chandra Kirana SH MH, didampingi Ketua Tim Pakem yang juga Kasi Intelijen Kejari Bengkulu Selatan, Hendra Catur Putra SH MH, menegaskan bahwa hingga saat ini Bengkulu Selatan masih berada dalam kondisi aman dari aktivitas aliran sesat.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah pencegahan secara maksimal agar aliran tersebut tidak berkembang di wilayah setempat.

BACA JUGA:Polkeslu Gelar Pelatihan Kader: Cegah Diabetes dan Penyakit Jantung di Desa Sri Kuncoro

BACA JUGA:Uang Setwan DPRD Dipakai untuk Pribadi hingga Pemilu, Sidang Kasus Setwan DPRD Kepahiang Berlanjut

“Kami perhatikan beberapa bulan ini relatif aman, karena 90 persen masyarakat di Bengkulu Selatan adalah muslim. Namun pengawasan tetap kami lakukan,” ujar Kajari.

Kajari juga meminta dukungan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, tokoh agama, Aparatur Sipil Negara (ASN), Aparat Penegak Hukum (APH), hingga insan pers untuk bersama mengawasi pergerakan aliran menyimpang tersebut.

“Pakem ini kami minta masukan. Akan kami laporkan ke Kejati. Pakem bukan untuk membatasi keragaman agama, tetapi lebih kepada pencegahan dan menerima masukan,” tegas Chandra Kirana.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Bengkulu Selatan, Hendra Catur Putra SH MH, memaparkan bahwa terdapat empat aliran sesat yang menjadi perhatian nasional pada 2025.

Keempatnya yakni Tarekat Ana’loloa, Ajaran Sesat Millah Abraham, Aliran Islam Sejati, dan Aliran Pelindung Kehidupan.

Menurut Hendra, salah satu yang dianggap paling aktif adalah Aliran Pelindung Kehidupan. Aliran ini bahkan disebut telah masuk ke Bengkulu dan berkembang cukup masif di Sumatera Selatan.

“Aliran ini masih aktif. Untuk masuk harus membayar. Bahkan ada praktik ‘penempelan rezeki’ yang dilakukan. Ini yang harus lebih kita antisipasi, karena sudah ada di Bengkulu,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkulu Selatan, Dr KH Abdullah Munir M.Pd, menjelaskan ciri-ciri aliran sesat berdasarkan pandangan MUI.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan