Puluhan Tahun Terabaikan, Jalan Gang SD 9 Pasar Ujung Kepahiang Berubah Jadi Selokan Setiap Hujan
Puluhan Tahun Terabaikan, Jalan Gang SD 9 Pasar Ujung Kepahiang Berubah Jadi Selokan Setiap Hujan -Doni Parianata/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id – Kondisi infrastruktur di Kelurahan Pasar Ujung, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang kian memprihatinkan.
Jalan lingkungan di Gang SD 9 dilaporkan mengalami kerusakan parah selama puluhan tahun tanpa ada sentuhan perbaikan dari pemerintah daerah setempat.
Berdasarkan pantauan dan laporan warga, jalan yang menjadi akses utama penduduk ini selalu tergenang air layaknya kolam atau selokan besar setiap kali hujan deras melanda.
Buruknya sistem drainase dan permukaan jalan yang sudah hancur membuat air tertahan dan tidak dapat mengalir.
BACA JUGA:RPH Talang Rimbo Lama dan Kandang Ternak Warga Direndam Banjir, Bupati RL Langsung Lakukan Evakuasi
BACA JUGA:Resahkan Warga, Satpol PP Bengkulu Selatan Bongkar Warem
Despan (55) salah satu warga mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung sangat lama. Padahal, jalan tersebut merupakan akses penting bagi anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 09 Kepahiang.
"Sudah puluhan tahun kondisinya begini, rusak tanpa ada perbaikan. Kalau hujan deras, air langsung tergenang tinggi. Kami warga di sini merasa terisolasi di lingkungan sendiri setiap musim hujan," ujar Despan.
Genangan air yang permanen ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait dampak kesehatan.
Air yang tergenang dalam waktu lama menjadi sarang nyamuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Selain itu, warga khawatir rembesan air yang terus-menerus akan merusak fondasi pagar dan bangunan rumah di sepanjang gang tersebut.
BACA JUGA:Warga Batu Ampar Terbaring Lemah, Kades Upayakan Bantuan Kembali Mengalir
BACA JUGA:Tunjukan Peran Nyata di Sektor Pangan, Polres Bengkulu Selatan Gelar Panen Raya Jagung Serentak
Puluhan Kepala Keluarga yang tinggal dilingkungan SD 09 Kabupaten Kepahiang berharap Pemerintah Kabupaten Kepahiang, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera turun ke lapangan untuk meninjau lokasi.
Warga mendesak agar pembangunan drainase dan pengaspalan jalan segera diprioritaskan dalam anggaran pembangunan tahun ini.