Harian Bengkulu Ekspress

Adzan Magrib, Rumah Warga Sukarami Bengkulu Utara Ludes Terbakar

Peristiwa kebakaran hebat kembali terjadi diwilayah Kabupaten Bengkulu Utara, pada Senin sore bertepatan adzan Magrib pukul 18.30 Wib -Aprizal/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara. Sebuah rumah semi permanen milik almarhum Dulbani.

Rumah tersebut ditempati oleh istrinya, Rahuda (64), bersama anaknya, ludes terbakar pada Senin 19 Januari 2026 sekitar pukul 18.30 WIB, bertepatan dengan waktu adzan Magrib. Kebakaran tersebut terjadi di Desa Sukarami, Kecamatan Air Padang.

Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Pemilik rumah diketahui sedang berada di rumah kerabat yang masih berada dalam satu desa, sementara anak korban juga tidak berada di dalam rumah.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bengkulu Utara dari Dinas Satpol PP dan Damkar menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi kejadian. Armada pemadam tiba sekitar pukul 19.00 WIB dan berhasil memadamkan api.

BACA JUGA:Pemdes Kelindang Atas Lanjutkan Budidaya Bawang Merah

BACA JUGA:Kembali Pejabat Seluma Bersama Oknum PPPK Digerebek Warga, Sekda Naik Pitam

Namun, seluruh bangunan rumah telah hangus terbakar dan rata dengan tanah, sehingga tidak ada barang yang berhasil diselamatkan.

Kepala Desa Sukarami, Admi Haryono, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah dirinya menerima laporan dari warga usai pelaksanaan salat Magrib.

“Peristiwa kebakaran ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saya mengetahui adanya kebakaran setelah mendapat laporan dari warga melalui sambungan telepon,” ujar Admi Haryono.

Ia menjelaskan, saat kebakaran terjadi kondisi rumah dalam keadaan kosong. Pemilik rumah sedang berada di rumah anaknya yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian, sementara anak korban bernama Asmuni juga sedang berada di luar rumah.

“Pada saat kejadian, rumah memang kosong. Pemilik rumah berada di rumah anaknya, dan anaknya juga tidak ada di dalam rumah,” jelasnya.

Menurut Admi, besarnya kobaran api serta kondisi bangunan rumah yang semi permanen membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.

“Warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual sebelum petugas Damkar tiba. Namun api cepat membesar sehingga rumah tidak berhasil diselamatkan dan hangus terbakar,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari kompor gas yang meledak. Dugaan tersebut berdasarkan keterangan warga sekitar yang mendengar suara ledakan sebelum api membesar.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan