Reses DPRD Kota Bengkulu, Rodi Perjuangkan Akses TPA dan Perbaikan Gorong-Gorong Warga
Rodi yang merupakan Ketua Komisi II DPRD kota Bengkulu turun ke dapil I menampung berbagi aspirasi masyarakat.-Medi/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id – Persoalan sampah kembali mencuat dalam kegiatan reses Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Rodi, S. Kom, M.M yang digelar di salah satu rumah warga di Jalan Sudirman RT 02 RW 01 kelurahan Pintu Batu, Senin 16 Februari 2026.
Warga mengeluhkan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang membuat sejumlah mobil pengangkut sampah terjebak akibat jalan yang becek dan berlumpur.
Rodi mengungkapkan, laporan tersebut disampaikan langsung masyarakat dan diperkuat keterangan petugas kebersihan di lapangan.
“Di mana-mana sampah ini memang jadi persoalan. Tadi kita dapat laporan ada beberapa mobil sampah yang nyangkut di TPA karena kondisi jalan becek,” ujarnya.
BACA JUGA:Prediksi BMKG, Daerah yang Alami Hujan Lebat Hari Ini, Selasa 17 Februari 2026, Waspadalah!
BACA JUGA:Pohon Matoa Tumbang Timpa Jalan di Kota Manna, BPBD Gerak Cepat Lakukan Evakuasi
Menurutnya, persoalan ini terjadi karena akses menuju TPA sedang dalam tahap pengerasan jalan oleh tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Material penimbunan yang sudah dihamparkan terdampak hujan sehingga area menjadi berlumpur dan sulit dilalui kendaraan berat.
“Memang sudah ada perencanaan dan pelaksanaan pengerasan jalan oleh DLH. Tapi karena hujan, material jadi becek dan tetap dipaksakan masuk. Ini yang menyebabkan mobil sampah terjebak,” jelas Rodi.
Ia menambahkan, pihak UPTD TPA juga telah menyiapkan lokasi pembuangan alternatif sementara proses pengerjaan berlangsung.
Karena itu, Rodi meminta kerja sama dari pihak ketiga pengangkut sampah agar tidak memaksakan kendaraan masuk ke area yang masih dalam pengerjaan.
“Tadi sudah disampaikan juga, ada tempat alternatif untuk membuang sampah. Jadi kami minta kerja sama pihak ketiga, jangan dipaksakan masuk ke dalam lokasi yang sedang dikerjakan,” tegasnya.
Selain persoalan sampah, reses tersebut juga menyerap aspirasi terkait infrastruktur, khususnya pembangunan gorong-gorong dan bahu jalan yang disampaikan warga.
Usulan tersebut sebelumnya telah masuk dalam daftar aspirasi, namun belum seluruhnya dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.