Harian Bengkulu Ekspress

Tiket Pesawat Bengkulu - Jakarta Tembus Rp5,6 Juta, Dishub Beberkan Penyebabnya

Kadishub Provinsi Bengkulu, Hendri Kurniawan--

Harianbengkuluekspress.id - Harga tiket pesawat dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menuju Bandara Soekarno Hatta Jakarta mengalami lonjakan drastis. Jika dilihat dari  aplikasi pemesanan tiket Traveloka menunjukkan harga tertinggi menyentuh angka Rp5,6 juta untuk sekali jalan.

Kondisi ini dipicu oleh habisnya ketersediaan kursi kelas ekonomi. Sehingga menyisakan kelas bisnis dengan harga yang melambung tinggi.

 Berdasarkan ketersediaan jadwal pada Jumat, 10 April 2026, maskapai Batik Air untuk kelas bisnis pukul 15.50 WIB dibanderol seharga Rp 5,6 juta. Sementara  penerbangan di pagi hari pukul 06.00 WIB pada hari yang sama masih berada di angka Rp3 juta.

Kelangkaan kursi ini merata hampir seluruh maskapai yang melayani rute Bengkulu-Jakarta. Untuk Rabu, 8 April 2026 hingga Jumat, 10 April 2026, seluruh penerbangan kelas ekonomi dari maskapai seperti Super Air Jet, Lion Air, Citilink, maupun Batik Air terpantau habis atau full booked.

Kondisi baru mulai melandai pada Sabtu, 11 April 2026. Harga tiket kelas ekonomi tersedia di kisaran harga Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta, sementara kelas bisnis bertahan di angka Rp3 juta.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Bengkulu, Hendri Kurniawan SE MM mengatakan, keluhan masyarakat mengenai sulitnya mencari tiket memang beralasan. Namun, lonjakan ini sangat dipengaruhi oleh pergeseran agenda perusahaan dan pemerintahan pasca Lebaran.

"Setelah Lebaran ini kan banyak penerbangan-penerbangan jadwal karena urusan kantor. Yang tadinya tertunda, orang akan memanfaatkan ketika selesai lebaran. Itu yang menyebabkan lonjakan," ungkap Hendri, Selasa, 7 April 2026

Dijelaskannya, harga tiket kelas bisnis yang mencapai Rp5,6 juta tersebut, untuk standar kelas bisnis pada masa saat ini, tidak bisa sepenuhnya disebut sebagai kenaikan yang tidak wajar.

"Untuk kelas bisnis, kenaikannya tidak terlalu signifikan," tambahnya.

Menurut Hendri, akar masalah utamanya justru terletak pada ketidaksiapan armada. Sebab, pihak maskapai telah melakukan kesalahan prediksi terhadap potensi jumlah penumpang dari Bengkulu.

"Tapi kalau saya pikir, maskapai itu dia salah memprediksi. Dia hanya melihat bahwa kenaikan itu sampai dengan 6 persen untuk penumpang dari Bengkulu. Ternyata, lonjakan penumpang itu lebih dari 6 persen pasca Lebaran," jelas Hendri.

Sementara itu, untuk menghadapi kelangkaan tiket udara langsung dari Bengkulu, saat ini ada solusi sementara bagi masyarakat yang memiliki urgensi tinggi untuk segera ke Jakarta.

Masyarakat dapat menempuh perjalanan darat terlebih dahulu menuju Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Dari Bandara Silampari di Lubuk Linggau, penumpang bisa melanjutkan perjalanan udara menuju Jakarta dengan ketersediaan kursi yang relatif lebih aman.

"Pada saat ini kita (Bengkulu) masih punya alternatif. Penerbangan bisa lewat dari lubuk linggau ke Jakarta," ujarnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan