Harianbengkuluekspress.id - Desa Bandu Agung di Kecamatan Kaur Utara menjadi saksi detik-detik menjelang berakhirnya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 oleh Kodim 0408/BS. Selasa pagi, 3 Juni 2025, seluruh personel yang terlibat dalam program lintas sektor itu berkumpul di lapangan desa untuk melaksanakan gladi upacara penutupan—sebuah tahap penting yang menandai puncak pengabdian TNI di tengah masyarakat desa.
Gladi ini bukan sekadar latihan teknis, melainkan upaya pemantapan untuk memastikan bahwa penutupan TMMD esok hari berjalan lancar, khidmat, dan tanpa cela. Semua rangkaian acara disimulasikan, dari susunan barisan, peran masing-masing personel, hingga tata urutan prosesi resmi.
Kodim 0408/BS menekankan pentingnya persiapan matang agar penutupan menjadi refleksi yang layak atas seluruh hasil kerja nyata selama satu bulan terakhir. Letnan Dua Inf Hariyanto Aswadi, Danramil 408-02/KU yang ditunjuk sebagai Inspektur Upacara, mengatakan gladi ini menjadi bagian penting dari tanggung jawab profesional.
"Kami berharap, dengan gladi ini, tidak ada kesalahan sekecil apapun pada saat upacara penutupan besok, sehingga acara dapat berlangsung dengan hikmat dan sukses," ujarnya di sela latihan.
BACA JUGA:142 Pegawai Kemenag Terima SK P3K, Berlaku Mulai 1 Juni
BACA JUGA: Kelulusan 4 Pelamar PPPK di Benteng Dibatalkan, Ini Penyebabnya
TMMD Ke-124 sendiri telah berlangsung selama 30 hari di Desa Bandu Agung, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan humanis oleh personel TNI. Di tengah segala keterbatasan desa, semangat gotong royong antara aparat dan warga menjadi kekuatan utama.
"Sejak awal kemanunggalan bersama masyarakat terus dikedapankan. Tentunya hal tersebut kunci dalam rangkaian yang ada agar dapat berjalan dengan baik," ungkapnya.
Bagi masyarakat Bandu Agung, kehadiran program TMMD bukan hanya soal bangunan fisik yang ditinggalkan, tetapi juga pengalaman kolektif yang memperkuat rasa percaya diri dan rasa memiliki terhadap pembangunan di daerah mereka.
"Bagi TNI, ini adalah bentuk nyata kemanunggalan bersama rakyat," pungkasnya.
Besok, upacara penutupan resmi akan digelar sebagai penanda berakhirnya TMMD Ke-124. Namun, jejak pengabdian dan nilai persaudaraan yang terbangun selama program ini diyakini akan terus hidup di tengah masyarakat. (Renald)