Pemkot Bengkulu-BPS Targetkan Nilai Statistik Tertinggi

Selasa 21 Oct 2025 - 09:22 WIB
Reporter : Medi
Editor : Asrianto

Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan  Indeks Pembangunan Statistik (IPS) tahun 2025 mencapai angka tertinggi.

Pada penghargaan tahun lalu Kota Bengkulu meraih sebesar 2,68 dengan predikat baik. Hasil ini  memposisikan Kota Bengkulu sebagai peringkat pertama di wilayah Sumbagsel.

Kepala seksi Statistik  Dinas Kominfo kota Bengkulu, Nugroho Tri Putra mengatakan tahun ini pihaknya berupaya lebih  maksimal dalam pendampingan dan pembinaan agar capaian nilai tersebut dapat meningkat, sekaligus   sebagai upaya mempertahankan sebagai peringkat teratas. 

"Nilai kita sebelumnya memang sudah baik, tetapi masih sangat tipis dari kategori cukup. Maka dari itu,  tahun ini kita harus benar-benar fokus menyiapkan seluruh bukti dukung agar nilai kita bisa naik," ujar  Nugroho.

BACA JUGA:Sugimulyo Jabat Kepala BPKP Provinsi Bengkulu yang Baru

BACA JUGA:Pelabuhan Pulau Baai Bakal Jadi Kawasan Industri Merah Putih, Suharto:DPRD Berikan Dukungan Penuh

Dalam kesiapannya berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan Evaluasi  Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). 

Tujuannya, memperkuat sinergi antar instansi dalam mempersiapkan kelengkapan data dan evident  penilaian EPSS yang menjadi dasar penguatan sistem statistik sektoral di lingkungan Pemerintah Kota  Bengkulu. 

Ada dua Organisasi perangkat daerah yang menjadi nilai lokus yakni Dinas Kependudukan dan  Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Isu-isu data krusial yang diperkuat seperti  kemiskinan, pengangguran, dan kompilasi data kesehatan.

" Proses ini kaitan erat dengan Evaluasi Penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI), di mana Dinas  Kominfo berperan memastikan keterpaduan dan integrasi data antarinstansi daerah agar pengelolaan data  lebih efisien dan berkualitas," terangnya.

Statistisi Madya BPS Kota Bengkulu, S. Teguh Ananto mengatakan BPS berperan sebagai pembina  dalam kegiatan statistik sektoral untuk menjamin mutu dan keandalan data yang dihasilkan oleh OPD. 

BACA JUGA:Baznas Provinsi Bengkulu Bantu Pengobatan Anak Penderita Hydrocephalus

BACA JUGA:Oknum Kades Sukaraja Nonaktif Terlibat Penggelapan Mobil, Dibekuk Polisi Bersama 3 Pelaku Lainnya

Menurutnya, setiap data harus memiliki bukti pendukung yang jelas agar dapat diakui validitasnya.

Kategori :