Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kabupaten Kaur menargetkan kenaikan status Universal Health Coverage (UHC) ke kategori Madya pada tahun 2026. Ini setelah berhasil mencatatkan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan sebesar 98 persen per April ini. Langkah ini dilakukan guna menyisir sisa masyarakat yang belum terdaftar serta mengaktifkan kembali kepesertaan yang nonaktif.
“Kita targetkan ke depan pencapaian UHC kategori madya di tahun 2026 ini, karena status kita kini masih berada di kategori pratama,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Repian Sohedi SKM, Minggu 19 April 2026.
Dikatakan Repian, dimana sebelumnya pihaknya bersama BPJS Kesehatan Kaur telah melakukan rapat dengan membahas langkah taktis untuk mempercepat implementasi UHC tahun 2026. Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang solid antarinstansi sangat krusial agar target cakupan kesehatan semesta dapat tercapai secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Juga komitmen Pemkab Kaur tidak hanya terpaku pada angka statistik, melainkan juga pada kualitas pelayanan. Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah peserta harus berbanding lurus dengan kemudahan akses dan mutu layanan medis yang diterima warga.
“Dengan demikian, perlindungan kesehatan bukan sekadar status formalitas, tetapi menjadi jaminan yang benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata hingga ke pelosok desa,” terangnya.
BACA JUGA:PKB Hapus Tradisi Lobi, Penentuan Ketua Kini Lewat Uji Kelayakan
BACA JUGA: Penerimaan CPNS di Benteng Tunggu Arahan BKN dan Kemenpan
Ditambahkannya, dimana target ambisius juga dipatok oleh Pemkab Kaur dengan mendorong sekitar 15.000 masyarakat yang saat ini belum terdaftar untuk segera masuk dalam sistem BPJS Kesehatan. Sasaran prioritas mencakup para perangkat desa, mulai dari kepala desa hingga sekretaris desa, yang diharapkan menjadi garda terdepan.
“Kita minta kepada dinas terkait untuk segera melakukan validasi data agar proses integrasi kepesertaan dapat dilakukan tanpa hambatan administratif yang berarti,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Syafrudin Imam Negara, memberikan apresiasi atas capaian Kaur yang per April 2026 sudah menyentuh angka 98 persen. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai tingkat keaktifan peserta yang saat ini masih berada di angka 85 persen. Terdapat selisih sekitar 13 persen peserta yang statusnya tidak aktif, sehingga mereka tidak bisa langsung mendapatkan manfaat layanan kesehatan saat dibutuhkan secara mendadak.
“Untuk mengatasi masalah peserta tidak aktif kita akan memaksimalkan efektivitas Program PESIAR yang berbasis di tingkat desa. Juga kita berharap dewngan keterlibatan lintas sektor ini, diharapkan perlindungan kesehatan di Kabupaten Kaur menjadi tanggung jawab bersama demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” tandasnya. (Irul)