Pajak BBM Bakal Diturunkan Menjadi 5 Persen
Helmi Hasan--
Harianbengkuluekspress.id - Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan SE akan menurunkan pajak Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Penurunan pajak BBM itu, dari 10 persen menjadi 5 persen. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, kebijakan menurunkan pajak BBM non subsidi itu sesuai dengan janji kampanye yang telah diberikan pada saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun lalu.
"InsyaAllah saya putuskan, dari 10 persen menjadi 5 persen," terang Helmi, Jumat 23 Mei 2025.
Dijelaskannya, pajak BBM di Provinsi Bengkulu ini memang paling tinggi di Indonesia. Jika provinsi tetangga itu, pajak BBM hanya 7,5 persen. Namun Bengkulu justru di angka 10 persen untuk pajak BBM subsidi. Sementara pajak BBM subsidi, masih di angka 5 persen.
"Kalau sebelumnya saya janji akan turunkan 7,5 persen, tapi berjalannya waktu, kita samakan pajaknya dengan BBM subsidi. Sama 5 persen semua," tambahnya.
Helmi mengatakan, pajak BBM 10 persen itu memang sangat dirasakan beban oleh masyarakat. Karena setiap masyarakat itu membeli BBM setiap hari, bukan setiap bulan. Maka kebutuhan utama itu harus dibantu, sebagai bentuk program bantu rakyat.
BACA JUGA:Kapolda Tinjau Penanganan Dampak Gempa
BACA JUGA:164 Rumah Terdampak Gempa, Pemprov Janji Bangun Ulang
"Saya sudah keliling, masyarakat itu membeli BBM setiap hari, bukan setiap tahun. Ini menjadi beban berat masyarakat setiap harinya," ungkap Helmi.
Kebijakan penurunan pajak BBM itu, nantinya akan diatur oleh regulasi pemprov Bengkulu. Untuk itu, Helmi memastikan, pengurangan pajak BBM itu akan segera direalisasikan.
"Sekarang masih kita rancang," bebernya.
Sementara itu, dampak dari penurunan pajak BBM itu, tentu akan menurunkan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Bengkulu. Namun bagi Helmi, meski PAD Bengkulu akan turun, hal tersebut tidak menjadi masalah. Karena itu pilihan yang harus diambil untuk bantu rakyat.
"Saya yakin, pendapatan itu tidak akan kurang-kurang besar sekali. Karena ini untuk bantu rakyat, jadi tidak masalah," tandasnya. (Eko)