Pemkab Mukomuko Lakukan Perampingan OPD, Berikut Daftarnya
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Mukomuko, Drs. H. Marjohan-Endi/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id - Kabar rencana perampingan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko mencuat dan menjadi perbincangan hangat.
Langkah ini, yang diklaim sebagai upaya penyesuaian nomenklatur untuk efisiensi birokrasi, justru menimbulkan kekhawatiran publik tentang nasib layanan dasar. Akankah efisiensi ini berujung pada peningkatan pelayanan, atau justru mengorbankan kualitasnya?
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Mukomuko, Drs. H. Marjohan, dalam keterangannya menjelaskan bahwa wacana perampingan ini didasarkan pada hasil kajian mendalam.
Setidaknya, ada tiga hingga empat dinas yang berpotensi dilebur menjadi satu dengan dinas serumpun. Menurutnya, peleburan ini dilakukan berdasarkan skoring beban tugas dan fungsi setiap OPD.
BACA JUGA:Remaja Penjual Es Nyaris Dianiaya ODGJ, Begini Kejadiannya
BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini, Kamis 7 Agustus 2025, Menguat 44 Poin Terhadap Dolar AS
“Kalau OPD-nya skoringnya tinggi, mungkin akan dipertahankan jadi sebuah OPD. Kalau skoringnya rendah, kemungkinan dilebur atau disatukan dengan OPD serumpun,” ungkap Marjohan, Kamis 7 Agustus 2025.
Dinas "Bayi" di Ujung Tanduk
Dari penelusuran yang ada, beberapa dinas yang diprediksi akan mengalami peleburan adalah dinas-dinas yang tergolong "bayi" karena baru dibentuk pada tahun 2023.
Salah satunya adalah Dinas Perhubungan. Riwayatnya, bidang perhubungan pernah menyatu dengan Dinas PUPR dan Dinas Kominfo, dan kini ada kemungkinan akan kembali seperti semula.
Senasib dengan Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang juga baru dibentuk setahun lalu, diprediksi akan kembali digabungkan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Dinas Satpol-PP.
Selain itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) juga masuk dalam daftar, berpotensi dilebur ke dalam Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) seperti sebelum menjadi dinas mandiri.
OPD "Tua" Tak Luput dari Ancaman
Tak hanya dinas-dinas baru, beberapa OPD yang sudah lama berdiri pun diprediksi akan terdampak.