Penilaian Kinerja Stunting Optimis Raih Hasil Terbaik
IST/BE Pemerintah Kota Bengkulu dipimpin Wakil Wali Kota, Ronny PL Tobing saat memaparkan Kinerja lapangan terhadap penurunan Stunting.--
Harianbengkuluekspress.id - Wakil Walikota Bengkulu Ronny PL Tobing bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melakukan pemaparan lapangan Penilaian Kinerja Stunting Kota Bengkulu kepada TPPS Provinsi Bengkulu, via zoom meeting, di Ruang Monitoring Center Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Selasa 12 Agustus 2025.
Pemerintah Kota Bengkulu memaparkan berbagai capaian, program inovatif, serta strategi kolaboratif lintas sektor yang telah dijalankan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari evaluasi dan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap kinerja daerah dalam menangani isu stunting.
"Pemkot Bengkulu komitmen dalam mendukung target nasional penurunan stunting, serta mendorong optimalisasi peran seluruh OPD dan stakeholder terkait," ujar Ronny.
Ia menambahkan aksi nyata yang dilakukan kedepan tetap mengacu dengan ketetapan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Strategi yang ditekankan yakni meningkatkan kualitas hidup dalam berkeluarga, pola asuh anak, peningkatan pelayanan kesehatan hingga terkait air minum dan sanitasi.
BACA JUGA:Rohidin Minta Diadili Sesuai Kesalahan: Kembalikan Semua Aset, Bebaskan Uang Pengganti Rp39 Miliar
BACA JUGA:Hotel Santika Banjir Promo HUT RI, Ayo ke Santika
Dan pihaknya juga terus menjaga komitmen antara OPD penanggung jawab layanan dengan stakeholder serta masyarakat dan pihak terkait lainnya.
"Penyuluhan terhadap pasangan calon pengantin perlu ditingkatkan kemudian pendampingan ibu-ibu hamil, dan menjamin asupan gizi anak-anak di bawah umur 5 tahun," papar Ronny.
Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Dewi Dharma mengatakan timnya melakukan pencegahan pernikahan usia dini di Kota Bengkulu. Metodenya melalui program ketahanan remaja meliputi Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini ditujukan kepada keluarga yang mempunyai remaja untuk mewujudkan kepedulian dan tanggungjawab orangtua dalam membimbing dan membina anak dan remaja melalui interaksi yang harmonis.
"Ada pertemuan dan pembinaan rutin terhadap orangtua yang mempunyai anak remaja. Jadi setiap orang tua harus memiliki pemahaman yang baik mengenai dampak pernikahan usia dini," tambah Dewi. (Medi)