Warga Desa Tanjung Aur Desak Perbaikan Jalan
IRUL/BE JALAN: Kondisi jalan Desa Tanjung Aur yang masih kuning dan butuh peningkatan.--
Harianbengkuluekspress.id - Aksesibilitas yang memadai menjadi kunci utama peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Hal inilah yang kini menjadi fokus perhatian utama di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje.
Kepala Desa Tanjung Aur, Supriyadi, menyampaikan harapan mendalam dari seluruh warganya kepada pemerintah daerah agar wilayah mereka mendapatkan porsi dalam alokasi pembangunan infrastruktur yang bersifat mendesak.
Secara spesifik, prioritas yang paling didesak adalah alokasi dana dan proyek yang berada di bawah wewenang Bidang Pekerjaan Umum (PU) peningkatan jalan, karena sebagian jalan Desa Tanjung Aur masih tanah kuning,” kata Kades.
Dikatakan Kades, kondisi infrastruktur jalan di Desa Tanjung Aur saat ini berada dalam keadaan yang jauh dari memadai. Jalan tersebut bukan sekadar jalur penghubung, melainkan merupakan akses utama yang digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat setiap harinya, menjadikannya urat nadi kegiatan sosial dan ekonomi. Kerusakan pada jalan tersebut menimbulkan kendala serius, terutama bagi sektor ekonomi berbasis pertanian. Jalan yang rusak menghambat proses pengangkutan hasil panen dari ladang menuju pasar atau gudang.
BACA JUGA: KN Dugaan Korupsi DD Desa Rindu Hati di Benteng Tembus Segini
BACA JUGA: Hasil Seleksi Jabatan Sekda Benteng Tunggu Rekom Ini
“Karena jalan rusak efisiensi kerja petani menurun dan biaya logistik menjadi lebih tinggi, yang secara langsung mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan petani di Desa Tanjung Aur,” terangnya.
Ditambahkannya, selain sektor pertanian, akses menuju fasilitas publik yang esensial juga ikut terganggu. Jalan yang sulit dilalui menjadi tantangan besar bagi anak-anak untuk menuju sekolah, serta bagi warga yang membutuhkan akses cepat ke fasilitas kesehatan. Kondisi ini dapat berpotensi menurunkan kualitas pendidikan dan memperlambat penanganan medis darurat, sehingga memerlukan tindakan perbaikan yang segera. Untuk itu ia berharap agar pemerintah tetap mengalokasikan jatah pembangunan di desanya.
"Meskipun tidak panjang jalan yang dibangun, setidaknya ada bagian yang diperbaiki, kita berharap agar aspirasi dan kebutuhan mendasar dari masyarakat Desa Tanjung Aur tidak terabaikan dan dapat diakomodir di tahun 2026 mendatang,” tandasnya. (Irul)