Kasus DBD Menurun, Warga Diminta Tetap Waspada
Sapuan Ilyas--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaur merilis data terbaru mengenai perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut. Hingga bulan Mei 2026, tercatat hanya ditemukan sebanyak 5 kasus DBD. Angka ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dan menjadi kabar positif bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Kaur dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
“Penurunan kasus DBD ini terbilang cukup impresif. Karena untuk tahun 2024, Kabupaten Kaur sempat mencatatkan angka yang cukup tinggi yakni mencapai 147 kasus dan 2025 ada 70 kasus,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M), H. Sapuan Ilyas SKM M.AP, Kamis 14 Mei 2026.
Dikatakan Sapuan, dimana pencapaian ini adalah buah dari kerja keras pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan menekan angka DBD merupakan bukti nyata efektivitas program pencegahan dini yang dijalankan secara masif dari tingkat kabupaten hingga menyentuh lapisan desa.
Pihak Dinkes Kaur selama ini terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya virus dengue. Edukasi tersebut fokus pada cara efektif memutus rantai tumbuh kembang nyamuk Aedes aegypti.
BACA JUGA:96,48 Persen Warga Rejang Lebong Sudah Miliki KTP-el
BACA JUGA:Pajak Air dan Tapping Box Siap Dongkrak Duit Daerah BS
“Walaupun ada penurunan kita tidak boleh lengah dalam melakukan penanganan. Fokus utama saat ini adalah memastikan penanganan sedini mungkin terhadap setiap laporan kasus yang muncul di tingkat desa,” terangnya.
Ditambahkannya, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan mengingat saat ini Kabupaten Kaur masih sering diguyur hujan. Musim penghujan menjadi momentum bagi nyamuk untuk berkembang biak dengan mudah pada genangan-genangan air yang tidak terurus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. Sebagai langkah konkret, Dinkes Kaur memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan, khususnya Puskesmas di setiap kecamatan, memiliki stok obat-obatan yang memadai.
“Dimusim penghujan dan pertumbuhan jentik-jentik meningkat, makanya kita perlu meningkatkan kebersihan lingkungan masing-masing agar kita bebas dari penyakit DBD ini,” tandasnya. (Irul)