Kasus HIV di Kepahiang Bertambah 4 Orang
Kadinkes Kepahiang, Dr H Tajri Fauzan--
Harianbengkuluekspress.id – Grafik kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Kepahiang kembali menunjukkan tren mengkhawatirkan. Hingga Maret 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang mencatat adanya penambahan 4 kasus baru yang didominasi oleh kelompok usia remaja dan kalangan berisiko tinggi.
Data dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kepahiang merincikan, dari 4 kasus baru tersebut, 3 penderita adalah laki-laki dan 1 perempuan. Ironisnya, ketiga pasien laki-laki tersebut diketahui memiliki riwayat perilaku penyuka sesama jenis dan seluruhnya masih berusia remaja. Sementara satu pasien perempuan teridentifikasi masuk dalam kategori Pekerja Seks Komersial (PSK).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepahiang, Dr H Tajri Fauzan SKM MSi membenarkan adanya kenaikan angka tersebut. Menurutnya, fenomena ini menjadi alarm keras lantaran virus mematikan ini mulai menyasar generasi produktif di Bumi Sehasen.
"Memang sebelumnya sudah kami sampaikan, sebagian besar penderita HIV berada pada rentang usia remaja. Ini yang menjadi perhatian kita bersama," ujar Tajri kepada jurnalis.
BACA JUGA: Manajemen RSUD Lebong Sanksi Sopir Ambulans karena Lalai Menjalankan Tugas
BACA JUGA: Plt Bupati Rejang Lebong Ajak Umat Hilangkan Iri dan Dengki di Momen Idul Fitri
Dengan tambahan ini, sambungnya, total akumulasi kasus HIV/AIDS yang terdata di Kabupaten Kepahiang kini menyentuh angka 21 kasus. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan data tahun 2025 yang mencatat 15 penderita yang masih bertahan.
Tajri memaparkan, bahwa sebaran usia penderita di Kepahiang saat ini sangat beragam, mulai dari yang tertua berusia 52 tahun hingga kasus yang menimpa anak-anak. Bahkan pada tahun lalu, tercatat seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang turut terpapar.
"Untuk penderita tertua yang terdata di kita itu usianya 52 tahun," tambahnya.
Melihat fakta bahwa penularan kini mulai merambah ke lingkup keluarga—termasuk adanya pasangan suami istri yang positif—Dinkes Kepahiang menekankan pentingnya langkah pencegahan yang lebih masif. Masyarakat, terutama generasi muda, diimbau untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku seks bebas.
"Kita berharap masyarakat lebih peduli, terutama dalam menjaga perilaku hidup sehat dan menghindari hal-hal yang berisiko. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama," pungkas Tajri. (doni)