Kepahiang Kejar Target Kabupaten Sehat 2027
foto internet--
Harianbengkuluekspress.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang mulai mengambil langkah cepat untuk memenuhi kriteria kabupaten sehat tahun 2027. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Kepahiang serta amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN yang menuntut peningkatan derajat kesehatan masyarakat di tingkat daerah.
Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, M Salihin MSi menekankan, pentingnya implementasi surat dari Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes mengenai penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat. Instrumen utama yang menjadi fokus saat ini adalah aplikasi SIPANTAS (Sistem Informasi Pemantauan Kabupaten Sehat).
M Salihin menjelaskan, bahwa partisipasi aktif seluruh perangkat daerah sangat krusial agar data Kabupaten Kepahiang tidak dianggap nihil dalam sistem pusat.
"Jangan sampai daerah kita tertinggal karena tidak melakukan penginputan data ke aplikasi SIPANTAS. Jika data kita nol, kita tidak bisa ikut berkompetisi dalam penilaian Kabupaten Sehat tingkat provinsi maupun nasional untuk tahun 2027 mendatang," tegas M. Salihin.
BACA JUGA: Siap Jadi Sekolah Internasional Pertama di Indramayu, EST School Indramayu Gandeng Redea Institute
BACA JUGA:Dalam Cafe, Mahasiswa Dikeroyok
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang, Tajri Fauzan SKM MM memaparkan bahwa terdapat sembilan tatanan indikator yang menjadi standar penilaian. Setiap tatanan memiliki indikator turunan yang penilaiannya melibatkan berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Beberapa poin utama yang dipaparkan oleh Tajri Fauzan, meliputi kehidupan masyarakat sehat mandiri dan salah satu targetnya adalah pencapaian minimal 81% untuk indikator ODF (Open Defecation Free) atau ketersediaan jamban keluarga. Permukiman dan fasilitas umum mencakup 22 indikator, termasuk pengelolaan sampah di area permukiman yang saat ini masih menjadi tantangan di Kepahiang.
"Kita menekankan pada kebersihan pasar dan pengelolaan limbah pasar, agar tidak dibuang sembarangan. Meskipun saat ini terdapat efisiensi anggaran di berbagai sektor," ujarnya.
Tajri Fauzan menegaskan, bahwa program Kabupaten Sehat bukan sekadar mengejar penghargaan atau insentif fiskal seperti Dana Insentif Daerah (DID). Fokus utama pemerintah adalah menciptakan pola hidup masyarakat yang lebih berkualitas dan sehat sesuai dengan visi dan misi Bupati Kepahiang. Kolaborasi ini melibatkan OPD teknis seperti DLH, Pariwisata, Disparpora, PUPR, DPMPTSP, Pendidikan, hingga pihak Kecamatan dan Desa. (doni)