Camat Penarik Ingatkan Desa Sendang Mulyo, Terkait Persoalan Ini
Harianbengkuluekspress.id — Pembangunan infrastruktur di Desa Sendang Mulyo Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko berjalan positif. Dua dari empat kegiatan fisik yang direncanakan tahun ini telah selesai 100 persen, termasuk pembangunan jalan rabat beton utama sepanjang 150 meter dan jalan lingkungan menuju PAUD. Namun di tengah capaian itu, Camat Penarik, Khairul Saleh SKM MM mengingatkan, pentingnya ketertiban administrasi agar pembangunan desa tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga tertib secara tata kelola.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) yang digelar Rabu 29 Oktober 2025. Khairul menyampaikan, bahwa administrasi pemerintahan desa merupakan fondasi penting dari transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, sebaik apa pun pembangunan fisik, akan terkesan salah apabila tidak diikuti dengan kelengkapan dokumen administrasi.
“Sebaik apa pun pekerjaan tanpa administrasi yang lengkap, semua bisa dianggap salah dan sia-sia. Karena itu, perangkat desa harus tertib, mulai dari buku tamu, surat keluar-masuk, buku ekspedisi, hingga surat perintah kerja,” ujar Khairul.
BACA JUGA: Gandeng Perusahaan, Lebong Bangun Mesin Pengolahan Sampah, Ini Lokasinya
BACA JUGA: 20 Persen Lulusan AKREL Langsung Bekerja, Ini Kelebihannya
Ia menambahkan, perangkat desa juga harus siap menghadapi perkembangan zaman yang kini serba digital. Banyak pekerjaan pemerintahan desa sudah berbasis aplikasi, sehingga kemampuan perangkat dalam menggunakan teknologi menjadi hal wajib.
“Perangkat desa harus memahami teknologi dan bekerja dengan satu komando agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Jangan sampai ada pekerjaan yang tumpang tindih atau terbengkalai karena saling mengandalkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sendang Mulyo, Noor Ali menjelaskan, bahwa pembangunan jalan utama menjadi prioritas utama hasil Musyawarah Desa (Musdes). Jalan tersebut merupakan penghubung penting antara Desa Sendang Mulyo dan Desa Suka Maju, sekaligus menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan hasil pertanian.
“Tahun ini kami membangun jalan rabat beton sepanjang 280 meter dengan lebar 4 meter. Dari total itu, 150 meter sudah selesai dikerjakan, sementara sisanya akan dilanjutkan tahap berikutnya,” terang Noor Ali.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Desa Sendang Mulyo juga melaksanakan sejumlah program prioritas nasional yang kewenangannya dilimpahkan ke desa, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), pencegahan stunting, program ketahanan pangan, hingga pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Program nasional yang menjadi kewenangan desa kami jalankan sebaik mungkin, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sendang Mulyo, Waluyo menilai, pembangunan jalan rabat beton tersebut menjadi langkah penting bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa desa mereka termasuk wilayah terpencil di Kecamatan Penarik, dan jalan penghubung antar desa merupakan urat nadi ekonomi warga.
“Selama ini angkutan hasil pertanian kerap terkendala karena kondisi jalan. Dengan Dana Desa, kami berupaya memperbaiki jalan secara bertahap agar akses ekonomi warga semakin lancar,” ujarnya.
Camat Penarik menutup kegiatan Monev dengan apresiasi terhadap kerja keras pemerintah desa dan masyarakat. Ia menekankan bahwa pembangunan di tingkat desa bukan hanya tentang hasil fisik, tetapi juga soal bagaimana desa mampu menata administrasi dan membangun budaya kerja yang disiplin, transparan, dan kolaboratif. (endi)