Harian Bengkulu Ekspress

Jalan Pertanian di Mukomuko Banyak Rusak

Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mengakui masih banyak jalan pertanian yang rusak-IST/BE -

Harianbengkuluekspress.id – Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mengaku masih banyak infrastruktur jalan pertanian di daerah ini rusak. Persoalan itu berdampak langsung terhadap aktivitas dan biaya produksi petani. “Masih banyak ruas jalan pertanian yang belum layak dilalui, sehingga menghambat proses pengangkutan hasil panen dari lahan ke titik penjualan maupun gudang penampungan,”ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman SP. Ia mengatakan, hingga saat ini harga gabah, jagung, hingga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit relatif menguntungkan. Namun, situasi tersebut belum sepenuhnya dirasakan petani karena terbentur persoalan infrastruktur pendukung yang belum memadai.”Jika harga komoditas sudah bagus, maka harus diimbangi dengan akses jalan yang baik. Jika jalan pertanian rusak, biaya angkut naik, waktu tempuh lebih lama, dan keuntungan petani otomatis berkurang,”katanya.

BACA JUGA: DPRD Benteng Dorong Perpanjangan HGU PT Bio

BACA JUGA: Sawah Kios Pasar Kepahiang Dibiarkan

Pembangunan dan peningkatan jalan pertanian menjadi kebutuhan mendesak karena sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat di banyak wilayah desa di Kabupaten Mukomuko. Tanpa akses yang memadai, hasil pertanian sulit bersaing dan potensi peningkatan kesejahteraan petani menjadi terhambat. Untuk upaya pembangunan jalan pertanian terkendala keterbatasan anggaran daerah. Alokasi APBD Kabupaten Mukomuko untuk sektor infrastruktur pertanian dinilai belum mampu menjawab seluruh kebutuhan di lapangan, mengingat luas wilayah pertanian dan banyaknya akses jalan yang perlu dibangun maupun diperbaiki. Meski demikian, pihaknya akan berupaya maksimal untuk mencari dukungan anggaran diluar APBD Mukomuko.“APBD Mukomuko sangat terbatas. Untuk itu, kami tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tetapi juga terus berupaya melobi dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,”bebernya. Pihaknya secara aktif mengusulkan program pembangunan jalan usaha tani melalui berbagai skema pendanaan, baik dari APBD Provinsi Bengkulu maupun melalui program kementerian terkait di tingkat pusat. Langkah ini dinilai sebagai solusi realistis untuk mempercepat perbaikan akses pertanian di daerah.”Kami juga berharap usulan terealisasi dan pembangunan jalan pertanian dapat dilakukan secara bertahap,”lanjutnya.(budi)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan