Harian Bengkulu Ekspress

Penerima Program Revitalisasi di Mukomuko Bakal Bertambah

Kantor Disdikbud Mukomuko, pihaknya menyebutkan sekolah penerima program revitalisasi bertambah.-IST/BE -

Harianbengkuluekspress.id – Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di tahun 2026 ini bakal menerima program revitalisasi dari pemerintah pusat. Bahkan dari usulan awal, Kabupaten Mukomuko mendapatkan kuota lebih banyak atau bertambah.

”Awalnya  19 PAUD yang diusulkan untuk masuk program revitalisasi pada November 2025. Setelah dilakukan evaluasi dan penyempurnaan data di Februari 2026, jumlah tersebut bertambah menjadi 31 PAUD,” sampai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita MM. 

BACA JUGA:Menteri PPN ke Bengkulu, Helmi-Mian Usulkan Proyek Raksasa, Berikut Rinciannya

BACA JUGA: Percepat Vaksinasi PMK, Distan Benteng Kerahkan 5 Tim

Disampaikannya, proses seleksi program revitalisasi dari pemerintah pusat tidak hanya berdasarkan usulan daerah, tetapi juga ditentukan oleh kelengkapan dan validitas data yang disampaikan. Perbaikan data menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang satuan pendidikan untuk lolos sebagai penerima bantuan.

“Tahun ini yang bakal mendapatkan program itu 31 PAUD, 2 PKBM dan 1 SKB,” katanya.

Ia menerangkan, bertambahnya jumlah PAUD yang masuk dalam program tersebut diharapkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Mukomuko dapat meningkat, terutama dari sisi sarana dan prasarana.

”Kabupaten Mukomuko saat ini memiliki 187 PAUD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 51 PAUD berstatus negeri dan selebihnya dikelola pihak swasta,” bebernya. 

Ia menerangkan, kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar layanan PAUD di daerah ini masih bergantung pada lembaga swasta, sehingga program revitalisasi dinilai penting untuk memperkuat fasilitas dan standar layanan pendidikan. Selain PAUD, program revitalisasi juga menyasar dua PKBM dan satu SKB. "Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan nonformal, khususnya bagi masyarakat yang tidak terjangkau pendidikan formal," katanya.(Budi)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan