Harian Bengkulu Ekspress

Harga Gabah di Mukomuko Untungkan Petani

Harga gabah kering panen di Mukomuko masih menguntung petani .-IST/BE -

Harianbengkuluekspress.id – Petani padi di wilayah Kabupaten Mukomuko masih cukup gembira dan tersenyum bahagia. Pasalnya harga Gabah Kering Panen (GKP) masih sangat menguntungkan, bahkan harga yang di beli para tauke melebihi harga yang ditetapkan pemerintah.”Harga GKP di tingkat petani masih cukup tinggi dan menguntungkan petani,”ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma dikonfirmasi,kemarin.

BACA JUGA: 97 Guru PPPK Paruh Waktu di Bengkulu Utara Segera Direlokasi

BACA JUGA: 2.931 Siswa di Benteng Terima Bantuan PIP

Disebutkannya, harga gabah kering panen tertinggi mencapai Rp 6.700-6.800 per kilogram,atau berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram. Dijelaskannya bahwa harga gabah di tingkat petani cukup stabil dan cenderung mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.“Baru-baru ini harga gabah di wilayah Kecamatan Lubuk Pinang mencapai Rp 6.800 per kilogram, tergantung kualitas padi yang dihasilkan petani,”bebernya. Menurutnya, gabah dengan kualitas standar umumnya dihargai Rp 6.500 per kilogram, sesuai dengan HPP. Namun, untuk gabah dengan kualitas yang lebih baik, seperti tingkat kadar air yang rendah dan bulir yang lebih bernas, harga bisa naik hingga Rp 6.800 per kilogram.“Di daerah ini para tauke yang menampung hasil panen petani sejauh ini mematuhi HPP yang ditetapkan pemerintah. Bahkan untuk kualitas bagus, mereka berani membeli di atas HPP,”katanya.

Meski demikian, pihaknya juga mengingatkan adanya faktor lain yang memengaruhi harga yang diterima petani, yakni biaya pengangkutan atau langsir.  Harga yang disebutkan sebelumnya berlaku untuk gabah yang posisinya sudah siap diangkut ke atas kendaraan.“Jika lokasi sawah berada di tengah dan tidak bisa dijangkau mobil, maka diperlukan biaya langsir. Biaya ini biasanya dibebankan kepada petani,”katanya. Dengan harga gabah yang relatif baik dan dukungan pemerintah melalui bantuan benih, diharapkan produktivitas pertanian di daerah ini tetap terjaga serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.(budi)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan