Harian Bengkulu Ekspress

Ramadan, Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan, Begini Penjelasan Kepala BKN

Program makan bergizi gratis di Kota Bengkulu, rencananya akan dilaksanakan mulai 3 Februari 2025 -Istimewa/Bengkuluekspress.-

Harianbengkuluekspress.id - Menjelang bulan Ramadan, Pemerintah telah melakukan berbagai penyesuaian dalam program makan bergizi gratis. 

Program unggulan yang digadang-gadang oleh  Presiden Prabowo Subianto ditargetkan dapat dinikmati oleh seluruh anak di Indonesia pada akhir tahun 2025. Sedikitnya 15 juta anak ditargetkan  akan menerima makanan bergizi pada bulan September. 

Bersamaan dengan bulan puasa, Kepala Badan Gizi Nasional berencana akan tetap melaksanakan program makan bergizi gratis selama bulan Ramadan. 

Kepala  Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan bahwa Program Pemberian Makanan Bergizi  akan tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan. 

Menunya akan disesuaikan agar para penerima makanan bergizi gratis yang berpuasa dapat menyantapnya saat berbuka puasa. 

"Makanan yang disajikan tidak akan sama, namun kami akan menyiapkan makanan bergizi yang cocok untuk berbuka puasa. Misalnya susu, kurma, dan buah-buahan," ujar Dadan usai menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Dikatakannya, jenis makanan yang disediakan juga berbeda-beda di setiap satuan pendidikan. Di sekolah-sekolah Islam, bagian yang menyediakan makanan bergizi berada di Pesantren, yang dapat menyediakan makanan selama puasa.

BACA JUGA:Daftar Kampus Penyelenggara PPG Piloting Guru Tertentu Tahun 2025, Silahkan Cek Disini

BACA JUGA:Pendaftaran PPG Guru Tertentu Periode I Dibuka 1 Februari 2025, Syarat, Jadwal dan Link Pendaftarannya

" Bagi mereka yang berada di sekolah, makanan akan dibawa pulang dari sekolah," ujarnya. 

PIhaknya pun bekerjasama dengan BPOM untuk meningkatkan pengawasan makanan sekolah gratis yang bergizi, ini dilakukan untuk meningkatkan pengawasan makanan sekolah gratis yang bergizi Berikut ini adalah ringkasan dari temuan-temuan proyek. 

"Memasak dilakukan hampir setiap hari selama seminggu, dan secara langsung selama setahun. Jadi ini adalah kegiatan yang tidak pernah berhenti," katanya. 

 Ia mengatakan bahwa program makanan sekolah gratis bergizi merupakan upaya intervensi untuk membantu anak-anak tumbuh sehat. Program ini mencakup 82,9 juta orang dan diberikan melalui 30.000 Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia. 

"Sebelumnya, hanya ada 244 unit layanan di 33 provinsi. Saat kami luncurkan, hanya ada 190 di 26 provinsi, sekarang sudah ada 33 provinsi. Ia melanjutkan. tentu saja kami membutuhkan keterlibatan semua pemangku kepentingan, termasuk BPOM, karena BPOM dapat memitigasi dan menilai segala hal mulai dari sanitasi hingga keamanan pangan." tandasnya. (**) 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan