Rame-Rame Pimpinan OJK dan Dirut BEI Mundur, Celios Ungkap Begini
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira-Istimewa/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Pengunduran diri sejumlah pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai bukan sekadar keputusan internal. Menurut pengamat, langkah ini diduga kuat berkaitan dengan tekanan politik dari pemerintah, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai mundurnya pimpinan OJK tidak bisa dilepaskan dari tekanan pihak eksekutif. Salah satu pemicunya adalah dorongan agar dana besar dari sektor asuransi dan jasa keuangan dialihkan ke investasi saham.
Bhima menilai kebijakan tersebut berisiko tinggi. Ia khawatir langkah ini bisa mengulang kasus besar seperti Asabri, di mana dana negara masuk ke saham-saham berisiko dan merugikan keuangan publik.
BACA JUGA: Kejutkan Publik, Pejabat OJK Rame-rame Mundur , Diduga 4 Ini Penyebabnya
BACA JUGA: Dirut BEI Mundur, Menkeu Purbaya: Ini Momentum Positif, Waktunya Serok Saham
Menurut Bhima, sektor jasa keuangan seolah dijadikan alat untuk menahan keluarnya modal asing dari pasar saham. Padahal, cara ini justru dapat membahayakan stabilitas keuangan.
“Mundurnya ketua OJK dan anggota Dewan Komisioner membuat semua pihak terkejut. Ini merupakan bentuk kritik yang sangat keras terhadap tekanan dari presiden,” ujar Bhima.
Ia juga menilai kejadian ini menunjukkan rapuhnya independensi lembaga keuangan di Indonesia. Kondisi tersebut dapat mengguncang perekonomian dan menimbulkan ketidakpercayaan pasar.
Bhima memperingatkan bahwa kepercayaan investor, baik dalam maupun luar negeri, berpotensi menurun. Bahkan, lembaga internasional bisa menurunkan peringkat Indonesia atau mengurangi investasi..(**)