Anda Sering Marah, Begini Cara Rasulullah Mengendalikan Emosi
Anda Sering Marah, Begini Cara Rasulullah Mengendalikan Emosi-ilustrasi/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita sangat mudah terpancing emosi dan marah-marah.
Untuk diketahui, marah merupakan bentuk pelampiasan emosi yang dilakukan seseorang atas sesuatu yang tengah dihadapinya.
Terkait hal tersebut, Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya agar bisa mengendalikan emosi saat tengah marah. Sebagai umat Islam kita harus mengetahui apa yang dilakukan Rasulullah SAW untuk menyalurkan amarahnya.
Dalam mengendalikan amarah tersebut, Rasulullah SAW telah memberikan nasehat sebagai mana yang disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.
BACA JUGA:Amalkan Doa Ini oleh Orang Tua, Insya Allah Anaknya Selalu Mendapat Kebaikan
BACA JUGA:Amalkan Doa Nabi Daud AS Ini, Insya Allah Dapat Meluluhkan Hati Seseorang
"Dari Abu Hurairah, seseorang bertanya pada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah berilah saya nasihat," Nabi kemudian berkata, "Jangan marah," Dia mengulang pertanyaannya yang selalu dijawab dengan, "Jangan marah." (HR Bukhari).
Saat tengah marah, Rasulullah SAW tidak pernah mengucapkan kata kasar yang terkesan negatif. Hal tersebut dikarenakan, berkata kasar bertentangan dengan pesan Allah SWT yang bersifat halus dan tegas.
Karena sifatnya, saat marah sekalipun, Rasulullah SAW tetap memberikan hasil yang baik untuk umatnya
Dalam Kitab Mama' Az-Zawa'id, dijelaskan bahwa marahnya Rasulullah SAW adalah marah yang tidak berlebihan dan marahnya memiliki tujuan yang jelas.
Dalam kisah lain, disebutkan bahwa saat Umar bin Khattab datang menemui Rasulullah SAW sembari membawa lembaran Kita Taurat. Dalam keterangan Jabir bin Abdillah diungkapkan Umar Bin Khattab datang dan meminta Rasulllah SAW untuk membacanya.
"Wahai Rasulullah ini adalah lembaran dari Kitab Taurat," pinta Umar bin Khattab.
Mendengar permintaan Umar tersebut, Rasulullah sempat terdiam dan kemudian membaca lembaran Kitab Taurat tersebut hingga raut mukanya berubah.
Setelah itu, Abu Bakar As Shiddiq bertanya kepada Umar bin Khattab.