Transportasi Mudik Diminta Uji KIR, Ini Penjelasan Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu
RIO/BE Menyambut lonjakan arus mudik lebaran 2025 Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau pemilik perusahaan transportasi untuk melakukan berbagai persiapan, terutama mengecek kondisi bus layak jalan dengan dilakukan uji KIR.--
Harianbengkuluekspress.id - Menyambut lonjakan arus mudik lebaran 2025 Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau pemilik perusahaan transportasi untuk melakukan berbagai persiapan. Terutama mengecek kondisi bus layak jalan dengan dilakukan uji KIR.
"Kita sudah sampaikan ke pengusaha bus antar kota/provinsi agar memastikan kesiapan kendaraan sudah diuji kelayakan," ujar Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu, Sehmi Alnur kepada BE, Selasa, 18 Maret 2025.
Diketahui, saat ini pelayanan pengujian kendaraan bermotor tidak dikenakan biaya alias gratis. Untuk itu, ia meminta agar setiap perusahaan yang bergerak pada jasa transportasi umum untuk melakukan pengujian.
Disampaikan Sehmi, tujuan pengujian ini untuk sama-sama mengetahui status kendaraan yang digunakan, selain itu untuk menjamin keselamatan para penumpang dari risiko kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kerusakan mesin.
BACA JUGA:ASN Teladan Diberi Hadiah Uang Tunai, Ini Kata Wali Kota Bengkulu
BACA JUGA:5 CJH Benteng Batal Berangkat, 2 Mutasi ke Pekan Baru
"Ini salah satu bentuk ikhtiar kita agar musim mudik lebaran tahun ini diberi keselamatan baik arus mudik hingga arus pulang," jelas Sehmi.
Beberapa perusahaan transportasi umum diantaranya PO Putra Rafflesia, Putra Simas dan PO SAN, termasuk perusahaan jasa travel minibus. Puncak arus mudik diperkirakan mulai H-7 jelang Idul Fitri 1446 Hijriah. Mode transportasi darat bus masih menjadi salah satu andalan masyarakat untuk mudik.
"Kita memperkirakan lonjakan arus mudik tahun ini cukup tinggi. termasuk kendaraan travel yang resmi nanti juga kita pantau," tukasnya.
Kepala Dinas Perhubungan kota, Hendri Kurniawan menyampaikan pihaknya melakukan pengecekan yang sangat teliti dari segala aspek mulai dari mesin, lampu, rem, roda dan fasilitas penumpang, hingga sistem keamanan bus untuk memastikan kendaraan tersebut memiliki kelayakan jalan.
BACA JUGA:16 Program Kerja Nata - Hafizh Masuk RKPD, Ini Tujuannya
"Nanti bersama tim gabungan kita lakukan pengecekan tidak hanya kendaraan tetapi kondisi kesehatan sopir," ujar Hendri.
Setiap bus yang sudah dilakukan pemeriksaan akan ditempelkan stiker sebagai tanda layak jalan. Namun, pengawasan serta pembinaan tetap dilakukan secara intens sampai H+7 lebaran nantinya.
"Keselamatan para penumpang menjadi Prioritas utama dalam berkendara apalagi di momen mudik lebaran," pungkasnya. (Medi Karya Saputra)