3 Kecamatan Ini Belum Terpapar Virus SE
IST/BE SUNTIK: Petugas kesehatan Dinas Pertanian Kaur saat melakukan penyuntikan vaksin SE pada hewan ternak.--
Harianbengkuluekspress.id - Kasus penyakit ngorok Septicaemia Epizootica (SE) makin mengkhawatirkan dan terus menghantui hewan ternak sapi dan kerbau di wilayah Kabupaten Kaur. Sebab penularan virus SE ini sudah menyebar di 12 kecamatan dengan total 380 kasus. Hal ini disampaikan Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kaur drh. Rahmad Fajar, Rabu 16 April 2025.
“Data ini dari bulan Januari hingga bulan April 2025 ini sudah ada sekitar 380 ternak berupa kerbau dan sapi milik warga yang terdata mati akibat diserang virus SE ini,” kata Fajar.
Dikatakan, dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Kaur ini, tinggal tiga kecamatan lagi aman atau belum terpapar dari penyakit SE. Sedangkan dua belas kecamatan lainnya telah terpapar virus SE tersebut. Tiga kecamatan yang belum terpapar SE itu yakni Kecamatan Lukang Kule, Muara Sahung dan Kecamatan Nasal.
“Untuk tiga Kecamatan ini masih nihil dari penyakit SE ini, tapi kalau untuk 12 kecamatan ini sudah terpapar dan sampai kini wabah penyakit SE tercatat masih berlangsung di Kecamatan Tetap,” terangnya.
Ditambahkanya, untuk langkah pencegahan agar penyakit SE tidak meluas pihaknya selalu mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan ternak.
BACA JUGA:Penetapan Tersangka Pembebasan Lahan Pemkab Seluma Dinilai Tebang Pilih, Begini Respons Kajari
BACA JUGA:Dirut Bank Bengkulu Diputuskan Dalam RUPS: Muhammad Fatahillah atau Roby Wijaya?
Juga petugas kesehatan hewan gencarkan vaksin SE ke ternak warga dan kini sudah ribuan ternak disuntik vaksin SE.
Juga ia mengimbau peternak sapi dan kerbau di kabupaten Kaur jika menemukan ternak dengan gejala penyakit SE agar secepatnya melapor ke Dinas Pertanian Kaur.
”Kita himbau kepada peternak agar selalu jaga kesehatan agar tidak terserang virus SE ini. Juga untuk mencegah penyakit SE ini kita terus memberikan vaksin kepada hewan ternak warga,” tandasnya. (Irul)