Bawaslu BS Kembali Didemo, Ini Tuntutannya
RENALD/BE Ratusan massa pendukung Paslon 02, Suryatati - Ii Sumirat kembali menggelar unjukrasa di depan Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan pada Rabu 14 Mei 2025.--
Harianbengkuluekspress.id – Pendukung pasangan calon (Paslon) nomor urut 02, Suryatati-Ii Sumirat, kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan, Rabu, 14 Mei 2025. Aksi ini menjadi yang kelima kalinya sejak pertama kali digelar pada Kamis, 24 April 2025, dan dilanjutkan pada 25, 28 April, serta 1 Mei 2025.
Aksi dipimpin langsung oleh Herman Lufti, yang juga merupakan tim keluarga dari Paslon 02. Ia menegaskan bahwa unjuk rasa masih berkaitan dengan kejelasan pemberhentian 20 laporan dugaan pelanggaran Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang mereka sampaikan ke Bawaslu.
“Kami masih meminta kejelasan alasan dihentikannya 20 laporan kami oleh Bawaslu yang ditangani Sentra Gakkumdu,” kata Lufti dalam unjuk rasa tersebut.
Menurutnya, setelah dilakukan pertemuan dengan Sekretaris Bawaslu, Ilman Jayadi, pihak Bawaslu menyampaikan bahwa keputusan akan disampaikan paling lambat Kamis, 15 Mei 2025, pukul 10.00 WIB, karena masih perlu dilakukan musyawarah dengan Gakkumdu.
“Kami tunggu sampai besok pukul 10.00 WIB. Jika tak ada kejelasan juga, kami akan kembali demo pada 16 Mei dengan massa yang lebih besar. Kalau belum ada keputusan juga, kami siap menginap di kantor Bawaslu,” tegasnya.
BACA JUGA:Perjuang Peserta Tes PPPK Provinsi Bengkulu: Nyaris Melahirkan hingga Berdarah Akibat Kecelakaan
BACA JUGA:Non Fisik TMMD ke-124 Kodim 0408/BS, Penyuluhan Wasbang, Bela Negara, dan Pertanian
Sementara itu, Sekretaris Bawaslu Bengkulu Selatan, Ilman Jayadi menyatakan belum bisa memberikan komentar terkait substansi laporan, karena kewenangan sepenuhnya ada di tangan komisioner Bawaslu.
“Ini bukan ranah saya. Kami masih menunggu keputusan dari komisioner yang saat ini sedang berada di Jakarta untuk menghadiri sidang perdana sengketa PSU pada Kamis, 15 Mei,” ujar Ilman.
Di sisi lain, Ketua Bawaslu Bengkulu Selatan, Sahran menyebut pihaknya tidak menyiapkan hal khusus dalam menghadapi sidang sengketa PSU tersebut.
“Kami hanya menyiapkan keterangan berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan selama tahapan, sesuai dalil permohonan yang diajukan,” ungkapnya.
Aksi ini mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan, yang dipimpin oleh Wakapolres Bengkulu Selatan KOMPOL Rahmat Hadi Fitrianto SH SIK. Melalui Kabag Ops Polres Bengkulu Selatan, KOMPOL Andri Anwar SH MM, mengatakan sebanyak 210 personel Polres dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi, termasuk tim medis dari Dokpol.
“Kami juga menurunkan tim medis untuk membantu para peserta aksi yang kelelahan akibat cuaca panas,” pungkasnya. (Renald)