Harian Bengkulu Ekspress

Agustus, SPAM Kobema Diuji Coba

Tejo Suroso--

Harianbengkuluekspress.id - Proyek Strategis Nasional (PSN) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional KOBEMA (Kota Bengkulu-Bengkulu Tengah-Seluma) ditargetkan akan menjalani uji coba pada bulan Agustus 2025 mendatang. Meskipun sebelumnya, proyek ini sempat gagal uji coba pada akhir tahun 2024 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu Tejo Suroso ST mengatakan,  uji coba SPAM Kobema itu telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR.  "Target uji cobanya, pada Agustus atau September tahun ini," terang Tejo, Kamis 22 Mei 2025.

Dijelaskannya, uji coba  SPAM Kobema itu nantinya akan difokuskan untuk mengecek beberapa aspek penting. Seperti melihat tekanan air, hingga kebocoran pipa dan intek yang telah dibangun selama ini.

"Nanti akan dilihat ada kebocoran atau tidak. Tekanan airnya seperti apa, targetnya tercapai atau tidak," ujarnya.

Tejo menjelaskan, pelaksanaan uji coba ini tetap masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kementerian PUPR.  Sebab, salah satu penyebab tertundanya uji coba sebelumnya adalah pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VIII masih memerlukan perbaikan pasca bencana.

"Perbaikan itu sudah dianggarkan Rp 15 miliar. Sekarang sedang proses pekerjaan. Setelah perbaikan rampung, barulah proses pengujian dan uji coba bisa dilakukan," tutur Tejo.

BACA JUGA:DBD, 2 Remaja Sawah Lebar Baru Meninggal

BACA JUGA:Desak Percepat Distribusi BBM, Banyak Cara Bisa Dilakukan Pertamina

Di sisi lain, Tejo mengatakan,  proyek SPAM KOBEMA ini dibagi antara dua balai kementerian teknis, yakni BWS Sumatera VIII  membangun infrastruktur awal seperti bendungan dan intake air. Sementara  Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera menangani distribusi utama dan jaringan pembagi ke masing-masing wilayah kabupaten/kota.

Untuk tanggung jawab Pemprov Bengkulu, tahun 2025 sudah dianggarkan Rp 2,5 miliar untuk pembangunan jaringan pipa SPAM Kobema. Satu titik tersebut, saat ini tinggal dilakukan pekerjaan. Dari total nilai proyek sekitar Rp170 miliar, seluruh pekerjaan yang menjadi porsi provinsi telah diselesaikan.

"Untuk tanggung jawab provinsi sudah selesai. Sekarang tinggal menunggu uji teknis dari pihak kementerian,"  tutup Tejo. (Eko)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan