Developer Diminta Bantu Korban Gempa
MEDI/BE Wali Kota Dedy Wahyudi saat meninjau rumah warga terdampak bencana gempa bumi di Perumahan Rafflesia Asri Kelurahan Betungan. --
Harianbengkuluekspress.id - Sebanyak 192 lebih unit bangunan mengalami kerusakan terdampak bencana gempa bumi 6,3 SR. Kawasan perumahan Rafflesia Asri Kelurahan Betungan menjadi lokasi terparah dalam musibah yang terjadi pada dini hari, Jumat 23 Mei 2025.
Wali Kota Dedy Wahyudi meninjau langsung lokasi masyarakat terdampak dan mengajak pihak pengembang/developer perumahan turut membantu masyarakat. "Tadi kita berkoordinasi dengan pengembang/developer perumahan ini, insya Allah mereka turut membantu," ujar Dedy.
Ia menyebutkan saat ini pemerintah provinsi dan pemeritnah kota Bengkulu sepakat menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT) yang memang dianggarkan dalam APBD. Alokasi anggaran di APBD kota sendiri sekitar Rp 1 miliar yang memang diperuntukkan masalah kebencanaan.
"Nanti sama-sama dengan pemerintah, misalnya 1 rumah itu butuh anggaran perbaikan Rp 50 juta, nah nanti dari pengembang juga harus menghitung itu seperti apa mereka bisa membantu," ungkapnya.
Setelah memastikan secara langsung kondisi dilapangan Dedy Wahyudi juga berdiskusi dengan warga terdampak. Saat ini mayoritas warga diharuskan mengungsi karena rumah sudah tidak layak ditempati akibat rusak parah pasca gempa.
BACA JUGA:Pajak BBM Bakal Diturunkan Menjadi 5 Persen
BACA JUGA:Kapolda Tinjau Penanganan Dampak Gempa
Dedy juga menawarkan gedung balai kota merah putih bisa dijadikan tempat masyarakat terdampak gempa ini mengungsi sementara waktu. Sembari menunggu proses pembangunan/rehab terhadap rumah yang rusak tersebut.
" Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau seandainya tidak ada tempat tinggal, maka saya izinkan balai kota merah putih menjadi tempat sementara menampung warga," terangnya.
Selain 192 rumah warga terdampak, dari pendataan dilapangan juga ada 2 sekolah terdampak. Selain itu ada 2 masjid dan 2 kantor camat, kemudian 2 fasilitas umum hingga bangunan balai buntar milik provinsi Bengkulu.
Selanjutnya, Dedy beserta rombongan pemkot juga meninjau lokasi lainnya seperti bangunan sekolah dan masjid yang mengalami kerusakan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Will Hopi menjelaskan timnya sudah bekerja sejak subuh atau selang 5 menit pasca gempa terjadi. Berkolaborasi dengan Dinsos, Damkar, Basarnas, Tagana dan TNI/Polri melakukan evakuasi terhadap masyrakat terdampak. Selama 7 hari kedepan pihaknya mensiagakan posko pengamanan diberbagai lokasi terparah gempa.
" Kita langsung mendirikan tenda pengungsian, kemudian menyalurkan buffer stock berupa mie instan, beras dan makanan siap saji. Situasi dilapangan masih sangat dinamis dan proses pendataan masih terus berlangsung" kata Will Hopi.
Lurah Betungan, Nanto Sinarmas menyebutkan total ada 40 rumah di Betungan yang alami kerusakan akibat gempa. Sebanyak 20 rumah diantaranya rusak berat.