100 Hari Kerja, Rifai-Yevri Prioritaskan 5 Program Ini
Bupati dan Wabup Bengkulu Selatan terpilih Rifai-Yevri-Renald/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id – Pasangan H. Rifai Tajudin, S.Sos dan Yevri Sudianto resmi ditetapkan sebagai pasangan calon kepala daerah terpilih oleh KPU Bengkulu Selatan, Kamis 29 Mei 2025.
Usai penetapan, Rifai-Yevri langsung membeberkan lima program prioritas mereka untuk 100 hari pertama setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan periode 2025–2030.
Program tersebut dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur dasar, kebersihan lingkungan, pendidikan, kesehatan, hingga akses pertanian.
Rifai menegaskan, mereka akan bekerja cepat untuk menuntaskan hal-hal yang selama ini dikeluhkan warga.
“Kepentingan masyarakat terlebih dahulu, baru kita akan lakukan tindakan-tindakan lainnya,” ujar Rifai didampingi Yevri usai rapat pleno terbuka di Aula Hotel Marina II.
Program pertama adalah penuntasan persoalan lampu jalan. Rifai berjanji akan menyalakan kembali seluruh lampu jalan yang mati, dan membuka ruang partisipasi masyarakat untuk melaporkan titik-titik gelap yang membutuhkan penerangan.
“Kepada masyarakat, ketika kami berdua dilantik, silakan sampaikan di mana saja titik lampu yang perlu dipasang. Itu akan kami upayakan terlebih dahulu,” jelasnya.
Program kedua menyasar penataan pengelolaan sampah. Rifai memastikan tidak ada lagi tumpukan sampah di pinggir jalan, lingkungan permukiman, maupun tempat wisata.
“Sampah yang akhir-akhir ini jadi persoalan akan kita tata dan kelola dengan baik,” tegasnya.
Selanjutnya, Rifai-Yevri akan fokus membenahi fasilitas pendidikan. Mereka akan mengganti bangku-bangku sekolah yang rusak dan memastikan sarana sanitasi seperti WC dan air bersih tersedia di semua sekolah.
“Anak-anak di sekolah tidak ada lagi menduduki bangku yang rusak. Kita ganti baru,” tambah Rifai.
Program keempat adalah pembenahan layanan di RSUD Hasanuddin Damrah. Rifai memastikan pasien tidak lagi harus membeli obat di luar rumah sakit karena stok obat akan tersedia penuh. Selain itu, SDM kesehatan akan ditingkatkan agar memberikan pelayanan maksimal.