Harga Kopi Turun, Ini Penyebabnya
Kasi Perkebunan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Johan Syahneri --
Harianbengkuluekspress.id - Petani dan pelaku usaha kopi di Provinsi Bengkulu harus menghadapi kenyataan pahit. Harga biji kopi dan bubuk kopi di Provinsi Bengkulu mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Seksi Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Johan Syahneri mengatakan, harga biji kopi asalan saat ini berada di angka Rp 57 ribu per kilogram.
"Terjadi penurunan dari sebelumnya Rp 65 ribu per kilogram," terang Johan, Jumat 13 Juni 2025.
Tidak hanya itu, menurut Johan, penurunan juga terjadi pada kopi jenis petik merah. Saat ini dibanderol Rp 65 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 70 ribu per kilogram. Bahkan, kopi arabika mengalami penurunan harga yang cukup drastis, dari sebelumnya Rp 150 ribu per kilogram kini hanya mencapai Rp 100 ribu per kilogram.
"Tidak hanya biji kopi, harga bubuk kopi juga ikut merosot," tegasnya.
Johan mengatakan, bubuk kopi jenis asalan yang sebelumnya dijual Rp 150 ribu per kilogram, saat ini harganya turun menjadi Rp 130 ribu per kilogram. Sementara itu, bubuk kopi petik merah turun dari Rp 200 ribu menjadi Rp 180 ribu per kilogram.
"Bubuk kopi arabika juga tak luput dari penurunan, dari Rp 250 ribu per kilogram kini dihargai Rp 250 ribu per kilogram," ujarnya.
BACA JUGA:Ditemukan Kerangka Mayat di Hutan Air Nipis, Diduga Korban Meninggal karena Ini
BACA JUGA:BPKP Diminta Kawal Anggaran, Gubernur Ajak Bersinergi
Sementara itu, Johan mengatakan, penurunan harga kopi itu terjadi beberapa faktor. Seperti terjadi penurunan harga ditingkat dunia.
"Harga kopi ini mengikuti harga pasar dunia, secara otomatis mengikuti," ujarnya.
Tidak hanya itu, menurut Johan, turunnya harga kopi ditingkat dunia akibat faktor cuaca yang kurang baik.
"Faktor cuaca juga menjadi pengaruh," tegas Johan.
Johan mengatakan, harga kopi di Bengkulu ini tidak memiliki standar harga kopi yang ditetapkan oleh Pemprov Bengkulu. Berbeda dengan harga TBS yang setiap bulan harganya bisa disepakati bersama.
"Mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan harganya stabil," tutupnya. (Eko)