Target Orderan Naik Ojol di Bengkulu Demo, Ini Dia Tuntutannya
Perusahaan Grab membuka pendaftaran beasiswa untuk semua jenjang pendidikan -Rio Susanto/Bengkulu Ekspress-
Harianbengkuluekspress.id - Ratusan driver ojok online GRAB yang mewakili se-Kota Bengkulu menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kota Bengkulu, Senin 23 Juni 2025. Reaksi penolakan dilakukan terhadap beragam kebijakan baru dari aplikator GRAB, yang dinilai tidak masuk akal. Salah satunya menaikkan target orderan dari 280 menjadi 500 orderan per bulan.
"Kami merasa diperlakukan seperti sapi perah dan tidak semestinya sebagai mitra. Untuk itu, kami menolak kebijakan baru dari aplikator," ujar Penanggung Jawab Aksi, Robi Berlian kepada BE, Senin, 23 Juni 2025.
Ia menjelaskan, selama ini target 280 orderan masih bisa dikejar dengan rata-rata 9 order per hari. Namun, dengan dinaikkan 500 order, maka setiap driver harus menyelesaikan 17 order per hari tanpa insentif atau bonus sekalipun. Hal ini dianggap sangat sulit dan tidak manusiawi, karena memaksa driver bekerja hampir 24 jam tanpa pulang ke rumah. Selain itu, adanya penambahan sesi slot yang semula 2 sesi menjadi 5 sesi yang diberlakukan sejak pukul 08.00 WIB sampai 22.00 WIB.
"Kebijakan berikutnya perluasan jarak yang mencakup area Kota Bengkulu. Dampaknya driver adalah rugi waktu, karena jangkauan diperluas, ditambah lagi konsumsi BBM semakin meningkat yang membuat kita jadi rugi juga," ungkapnya.
BACA JUGA:Realisasi PAD Baru 33,43 Persen, 11 Puskesmas Nihil
BACA JUGA:Jalan S Parman Lokasi CFD Rutin, Ini yang Diinginkan Wali Kota Bengkulu
Aksi demo ini diawali dengan orasi di Plaza Stadion Sawah Lebar pada pukul 08.00 WIB. Merasa tidak puas, para ojol ini berlanjut ke Kantor DPRD Kota Bengkulu, untuk meminta dukungan. Pertemuan dengan DPRD langsung disambut Wakil Ketua I Rahmat Widodo, Waka II, Riduan dan dewan komisi III.
Ditambahkan Robi Berlian, atas kebijakan tersebut dilakukan secara sepihak oleh aplikator tanpa sosialisasi dan diskusi ke driver selaku mitra. Sebelumnya, para driver secara mandiri sudah melakukan upaya mediasi namun aplikator GRAB bersikukuh menerapkan kebijakan baru tanpa memperdulikan aspirasi dan kesejahteraan dari driver.
" Untuk itu kami datang ke DPRD meminta dukungan. Bila perlu dibuat regulasi perda yang memproteksi driver dari lahirnya kebijakan baru yang hanya menguntungkan satu pihak," tandas Robi.
Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu, Rahmat Widodo memberikan respon dukungan terhadap aspirasi ojol tersebut. Menindaklanjuti hasil rapat bersama ojol tersebut DPRD mencoba untuk menjembatani proses mediasi antara driver ojol dengan pihak pengelola GRAB di Bengkulu.
BACA JUGA: Melaju Kencang, Pebalap Binaan Astra Honda Kibarkan Merah Putih di Thailand dan Italia
"Kedepan kita jadwalkan kembali rapat lanjutan. Kami fasilitasi pertemuan dengan operator termasuk dinas/intansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga kerja, yang jelas aspirasi kawan-kawan ojol ini kita bawa ke solusi terbaik," kata Rahmat Widodo. (Medi Karya Saputra)