Arus Logistik Pelabuhan Pulaubaai Bengkulu Beroperasi, Sempat Terhenti Terhitung Bulan Ini Beroperasi Lagi
IST/BE Aktivitas bongkar muat komoditas di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.--
Harianbengkuluekspress.id - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Non Petikemas Cabang Bengkulu kini kembali beroperasi secara penuh di Dermaga DCK 01 dan DCK 04 Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Aktivitas operasional itu sebelumnya sempat terhenti akibat pendangkalan alur pelayaran. Saat ini alur tersebut telah aktif kembali sejak awal Juli 2025.
Branch Manager PTP Cabang Bengkulu Mochammad Choiron Yusuf mengatakan, kembalinya aktivitas ini langkah penting dalam menjaga kelancaran arus logistik dan distribusi komoditas, khususnya di wilayah Bengkulu.
"Arus logistik sudah bisa kembali kita lakukan," terang Choiron, Rabu 23 Juli 2025.
Dijelaskannya, untuk memastikan kesiapan operasional PTP telah bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Bengkulu, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pulau Baai Bengkulu, untuk melaksanakan uji coba truck lossing di Dermaga TCK Samudera. Uji coba yang dinyatakan berhasil itu meliputi, kegiatan sandar kapal, serta pemuatan komoditas curah kering batu bara menggunakan sistem truck lossing ramp door pada kapal TB. TITAN 37 / BG. NAUTIKA 22.
BACA JUGA:Lima Bos Tambang Batu Bara Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp500 Miliar
BACA JUGA: Rejang Lebong Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Ini Lokasinya
"Pada kegiatan uji coba tersebut dilakukan proses pemuatan batubara dengan total muatan mencapai 4.000 MT," bebernya.
Choiron mengatakan, keberhasilan uji coba ini menjadi indikator dermaga dan alur pelayaran telah layak kembali digunakan. Tentunya untuk kegiatan bongkar muat setelah penanganan teknis terhadap kendala pendangkalan.
"Kami mengapresiasi dukungan dan sinergi dari Pelindo Regional 2, serta KSOP Bengkulu. Dengan keberhasilan uji coba pemuatan Batubara sebesar 4.000 ton/m3 ini, kami optimistis kegiatan optimalisasi Dermaga Samudera di Pelabuhan Bengkulu dapat meningkatkan produksi yang optimal dan berkelanjutan," tegas Choiron.
Disisi lain, Choiron mengatakan, alur pelabuhan Pulau Baai, yang telah dibuka kembali sejak awal Juli itu, akan mendukung kelancaran arus kapal. Termasuk aktivitas bongkar muat komoditas.
"Kami optimistis aktivitas akan terus berlanjut dan mendukung perekonomian Bengkulu," bebernya.
BACA JUGA: Lapas Curup Tingkatkan Pengawasan, Ini Tujuannya
Choiron mengatakan, kembalinya aktivitas di DCK 01, DCK 04 dan Dermaga Samudera itu dapat memperlancar, serta mendukung kegiatan ekspor komoditas batubara secara strategis dari Bengkulu. Mengingat, sektor logistik dan kepelabuhanan memegang peranan krusial dalam menggerakkan perekonomian daerah dan nasional. Apalagi saat ini, Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu telah melayani transportasi berbagai jenis komoditas. Termasuk curah kering seperti klinker, limestone, batu bara, dan cangkang, curah cair seperti CPO dan aspal, serta general cargo berupa alat berat, barang konstruksi, dan peti kemas.
"Kami tentu terus meningkatkan pelayanan, keselamatan, dan efisiensi operasional pelabuhan, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder demi mewujudkan pelabuhan yang modern, tangguh, dan berdaya saing," tandasnya. (Eko Putra Membara)