Kuota Jamkesda di Benteng Tersisa Segini
Kadinkes Benteng, Barti Hasibuan SKM--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) pada tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi warga kurang mampu.
Dengan pagu anggran tersebut, sebanyak 20 warga Kabupaten Benteng bakal mendapatkan layanan kesehatan secara gratis yang diakomodir melalui program Jamkesda.
Namun hingga kini kuota yang sudah terisi mencapai 19.200 orang dan artinya, masih tersedia 800 kuota lagi yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
"Sisa kuota ini terbuka bagi warga yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS atau BPJS Kesehatan. Bagi warga yang ingin mendaftar, silakan mengajukan permohonan agar bisa mendapatkan bantuan Jamkesda," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Benteng, Barti Hasibuan SKM.
BACA JUGA: Pemkab BU Tindak Lanjuti Audit Kasus Stunting, Serahkan Bantuan Rumah dan Ini
BACA JUGA: Bupati Mukomuko Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih, Dalam Rangka Ini
Barti menjelaskan, proses pengajuan mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat yang diketahui pihak kecamatan.
Selanjutnya, surat tersebut harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Benteng sebelum akhirnya disampaikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Benteng.
Penyampaian berkas usulan bisa langsung disampaikan ke gerai Dinkes di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Benteng, yang terletak di Desa Nakau, Kecamatan Talang Empat.
"Nanti, Dinkes akan mengajukan ke kantor BPJS Kesehatan untuk verifikasi akhir. Setelah lulus verifikasi, maka peserta akan langsung diakomodir dalam program Jamkesda," terang Barti.
Tak hanya itu, Dinkes bersama Dinsos juga tengah mengupayakan pengalihan 1.000 penerima Jamkesda menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan dari pemerintah pusat.
Jika rencana ini terealisasi, akan ada tambahan kuota 1.000 peserta lagi untuk Jamkesda daerah.
"Total yang kami ajukan pengalihannya ada 1.000 orang. Mudah-mudahan disetujui semua, sehingga lebih banyak masyarakat Benteng yang membutuhkan dapat tercover Jamkesda," demikian Barti.(bakti)