Optimalisasi Drainase Prioritas APBD-P
IST/BE Pemkot melakukan optimalisasi drainase untuk mengurangi dampak banjir. --
Harianbengkuluekspress.id - Persoalan banjir yang melanda kota Bengkulu menjadi perhatian khusus Wali Kota, Dedy Wahyudi. Pasalnya, terjadi perluasan area yang membuat kawasan pemukiman yang selama ini tidak banjir menjadi lebih parah.
"Kita melakukan identifikasi masalah, selain memang dataran rendah, faktor lainnya saya lihat rumah warga tidak area lahan tanah sebagai tempat resapan air," ujar Dedy, Selasa 12 Agustus 2025.
Masalah ini umumnya ditemukan kawasan perumahan subsidi. Dengan luas lahan 10-15 meter per rumah, setiap pemiliknya membangun total dan mengecor lahan secara full beton.
"Penting setiap rumah ada biopori jangan semuanya di semen. Ditambah lagi siring depan rumah kecil dan mudah tersumbat. Nah ini masukkan dari pemerintah kepada masyarakat," jelasnya.
Disamping itu, Pemkot mengkaji anggaran untuk diprioritaskan pembangunan drainase yang akan diusulkan dalam APBD perubahan 2025 maupun APBD induk 2026 mendatang.
BACA JUGA:Penilaian Kinerja Stunting Optimis Raih Hasil Terbaik
BACA JUGA:Rohidin Minta Diadili Sesuai Kesalahan: Kembalikan Semua Aset, Bebaskan Uang Pengganti Rp39 Miliar
Ditambahkan Dedy, terkait infrastruktur dasar perkotaan masih menjadi tanggungjawab pemerintah kota. Terutama drainase yang berada dibawah trotoar atau tepi jalan raya.
Pasalnya, pasca banjir beberapa waktu lalu, banyak jalan utama yang tergenang air. Untuk itu, perlu dilakukan optimalisasi dan pengecekan ulang setiap jalur drainase tersebut agar mampu menampung secara maksimal ketika intensitas hujan tinggi.
"APBD-P kita anggarkan untuk penanganan banjir. Sementara untuk APBD murni 2026, DPRD sudah sepakat kita fokus pada pembangunan infrastruktur seperti drainase, jalan, lampu jalan, persampahan serta pasar," jelas Dedy.
Menurutnya, meski anggaran digelontorkan miliaran rupiah belum cukup untuk mengatasi banjir tersebut jika tidak ada dukungan masyarakat. Sebab, seluas dan sebesar apapun aliran yang diciptakan akan percuma jika masyarakat masih menjadikannya sebagai tempat membuang sampah.
Pada akhirnya setiap drainase yang baru dibangun akan langsung tersumbat karena kebiasaan buruk masyarakat yang tidak menjaga lingkungan.
"Kita semua punya peran. Pemerintah memperbaiki drainase, masyarakat menjaga kebersihan. Dengan begitu, risiko banjir bisa kita tekan," tuturnya.
Diketahui, potensi banjir bisa kembali terjadi menginggat kondisi cuaca hingga akhir tahun ini sering terjadi hujan intensitas tinggi disertai angin kencang. (Medi)