Program Ketahanan Pangan Diprotes Warga, Ini Penyebabnya
JEFRYY/BE Sapi penggemukan program Bumdes yang diprotes warga.--
Harianbengkuluekspress.id - Program ketahanan pangan penggemukan sapi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Pasar Talo, Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma, diprotes masyarakat. Pasalnya, diduga sapi yang dibeli oleh Bumdes tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah dianggarkan.
Data berhasil dihimpun wartawan, salah seorang warga desa, Samsul Bahri, memprotes keras telah disampaikan ke Bumdes. Namun Bumdes tetap bersikukuh, mempertahankan argumen bahwa pengadaan sapi program ketahanan pangan tersebut telah sesuai dengan spek dan anggarannya.
"Sapinya itu kecil, tidak sesuai dengan spek dan anggaran yang ada. Jadi kami protes, tidak mau menerima sapi itu untuk digemukan," terang Samsul Bahri saat dikonfirmasi wartawan.
Dijelaskannya, selain kurus dan tidak sesuai spesifikasi, sapi yang dibeli oleh Bumdes adalah sapi betina. Karena program Bumdes adalah penggemukan bukan pengembangbiakan, maka sapi betina tidak tepat untuk digemukan.
"Kami warga Pasar Talo ini tidak buta dengan sapi. Jadi soal harga dan spek sapi kami sudah sangat paham," ucapnya.
BACA JUGA: Gelar Rakorda, PKK Kaur Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Warga
BACA JUGA:PKS Siap Bantu Rakyat, Muswil PKS se-Indonesia di Bengkulu Hasilkan Rekomendasi Ini
Lanjutnya anggaran yang dialokasikan dari Dana Desa untuk pembelian sapi ini sebesar Rp 144 juta lebih. Hanya saja, sapi yang dibeli Bumdes hanya sebanyak 8 ekor, yang umurnya diperkirakan baru 3 atau 4 bulan. Sehingga jelas itu akan memakan waktu lama dan ditambah lagi itu merupakan sapi betina.
"Harga sapi yang dibeli Bumdes ini paling Rp 6-7 juta. Tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan," kata Samsul Bahri.
Diterangkan, terkait protes ini pihak Bumdes telah menggelar rapat dengan masyarakat penerima program. Saat rapat pertama, pihak Bumdes menyanggupi akan mengganti. Namun setelah diganti, speknya pun sama bahkan ada satu sapi yang betina.
"Kemarin kami rapat lagi, mungkin Senin kami akan bawa perkara ini ke Inspektorat Seluma," tukasnya.
Terpisah Sekretaris Desa Pasar Talo, Hasril Tasaong membenarkan jika ada warga protes program ketahanan pangan penggemukan sapi yang dikelola oleh Bumdes. Namun karena program ini adalah program Bumdes, maka Pemdes belum bisa ikut campur lebih jauh.
"Kami harap pengurus Bumdes bisa menindaklanjuti dan menyelesaikan permasalahan ini. Kami pihak desa belum bisa ikut campur, karena program ini adalah program Bumdes," sampai Hasril.
Menanggapi ini Ketua Bumdes Pasar Talo, Ari Baim belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan. Dihubungi melalaui WhatsApp, belum di dapat jawaban hingga berita ini dipublish. (Jefrianto)