Dorong Pemerataan Pendidikan & Ringankan Beban Orang Tua, Pemkab Mukomuko Siapkan 8.150 Seragam Sekolah Gratis
Dorong Pemerataan Pendidikan & Ringankan Beban Orang Tua, Pemkab Mukomuko Siapkan 8.150 Seragam Sekolah Gratis-Endi/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id — Pemerintah Kabupaten Mukomuko kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dengan meluncurkan program bantuan seragam sekolah gratis.
Bantuan tersebut untuk ribuan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tahun anggaran 2025.
Sebanyak 8.150 siswa tercatat sebagai penerima manfaat, terdiri dari 4.447 siswa SD dan 3.703 siswa SMP.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Pemkab Mukomuko untuk menekan beban biaya pendidikan dan mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah kabupaten.
BACA JUGA:Turnamen Futsal Adhyaksa Seluma Cup II Tahun 2025, 24 Tim Bersaing Rebut Piala Bergilir Kajari
BACA JUGA:DAK Revitalisasi Rp17,8 Miliar Mengucur ke Mukomuko, 18 Sekolah SD dan SMP Siap Berbenah
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Ramon Hosky, ST, mengatakan, setiap siswa akan mendapatkan dua stel seragam lengkap, yaitu seragam nasional (merah-putih untuk SD dan biru-putih untuk SMP) serta seragam pramuka.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Mukomuko yang terkendala sekolah hanya karena masalah seragam. Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk kepedulian pemerintah daerah agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dengan nyaman,” ujar Ramon.
Ramon menambahkan, pembagian seragam akan dilakukan secara serentak dan menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten Mukomuko.
Program ini tak hanya untuk sekolah negeri di bawah naungan Disdikbud, tetapi juga madrasah yang berada di bawah koordinasi Kementerian Agama.
“Kami sengaja merancang program ini agar tidak ada perbedaan antara siswa sekolah negeri maupun madrasah. Semua mendapatkan hak yang sama,” tegas Ramon.
Selain untuk mengurangi beban biaya pendidikan, bantuan seragam ini juga bertujuan menanamkan semangat kesetaraan di kalangan pelajar.
Dengan seragam yang sama, tak ada lagi perbedaan mencolok antara siswa dari keluarga mampu dan kurang mampu.
“Seragam sekolah bukan sekadar pakaian, tapi simbol kesetaraan dan identitas. Kami berharap siswa bisa lebih percaya diri dan fokus belajar tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga,” tambah Ramon.