Harian Bengkulu Ekspress

Serapan APBD Kepahiang Baru Capai Segini

foto internet --

Harianbengkuluekspress.id  - Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepahiang tahun 2025 baru 60 persen. Serapan ini tergolong masih kecil, sebab semester kedua ini sudah berjalan 2 bulan. Lambannya serapan anggaran APBD merugikan masyarakat karena perputaran uang di Kabupaten Kepahiang mengalami perlambatan juga.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepahiang, Jono Antoni mengatakan, masih rendahnya serapan APBD dikarena dinas-dinas dengan kegiatan fisik atau infrastruktur belum mengajukan pencairan. Sebab  pekerjaan fisik masih berjalan, sehingga rata-rata OPD yang memiliki alokasi anggaran besar ini baru mencairkan uang muka. 

"Iya OPD seperti Dinas PUPR, Dikbud, Dinkes dan BPBD belum mencairkan, biasanya akhir tahun mereka ini baru mencairkan secara total," ungkap Joni. 

BACA JUGA:Sambil Rebahan Cuan Meluncur, Mainkan Game Vault Heist , Saldo DANA Gratis Anda Dapatkan, Terbukti Membayar

BACA JUGA:Dibacok OTD, Kepala Pelajar di Kepahiang Bocor

OPD dengan alokasi dana besar inilah, menurut Jono, menjadi penyebab utama lambannya serapan APBD Kabupaten Kepahiang. Akan tetapi kondisi sekarang masih masih dalam katagori kondusif untuk laju penyerapan APBD. Sehingga tidak berdampak besar untuk memengaruhi perputaran ekonomi di Kabupaten Kepahiang. 

"Tentunya, kondisi normal. Kita juga terus mengingatkan OPD untuk dapat memaksimalkan serapan anggaran," tuturnya. 

Terkait dengan serapan anggaran hingga tutup tahun 2025, Jono mengatakan, Pemkab Kepahiang menargetkan serapan total APBD sebesar Rp 93 persen dari keseluruhan APBD Rp. 819 Miliar.

"Berkaca pada tahun sebelumnya, serapan optimal mencapai 93 persen. Ini bukan berarti kita tidak bisa sampai habis serapannya, karena adanya selisih anggaran seperti hasil negosiasi. Tentunya sisa anggaran masuk menjadi silpa untuk tahun depan," ungkap Jono. (doni)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan