Pemkab BS Tanggung Biaya Sekolah Anak Yatim, Bupati Rifai: Kolaborasi Lintas OPD
Rifai Tajuddin--
Harianbengkuluekspress.id – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan memastikan mulai tahun 2025 tidak ada lagi anak yatim yang putus sekolah.
Pemkab bahkan siap menanggung biaya pendidikan sekaligus uang saku bagi anak yatim yang tidak mendapat perhatian dari keluarga maupun pihak lain.
Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk prioritas pemerintah daerah dalam memutus rantai anak putus sekolah, khususnya akibat faktor ekonomi. Pemkab juga membuka ruang bagi keluarga miskin yang mengasuh anak yatim untuk berkoordinasi dengan pemerintah agar anak tersebut mendapat jaminan pendidikan.
Bupati Bengkulu Selatan, H Rifai Tajuddin mengatakan program ini dilakukan dengan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
BACA JUGA:Jaksa Janji Buka-bukaan Soal Aliran Dana Korupsi Sekretariat DPRD Kepahiang di Persidangan
BACA JUGA:Elak Lubang Perbaikan Jalan, Pasutri Lakalantas, Istri Hamil Meninggal, di Sini Lokasinya
“Kami pemerintah Bengkulu Selatan kembali menegaskan bahwa pelayanan dasar harus utama, termasuk pendidikan anak yatim. Tidak boleh ada anak yatim yang berhenti sekolah hanya karena keterbatasan biaya,” tegas Bupati BS, Selasa, 9 September 2025.
Menurut Bupati, Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Bengkulu Selatan akan bekerja sama dalam mendata anak yatim sekaligus menyiapkan kebutuhan anggaran.
“Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan akan berkolaborasi menyiapkan kebutuhan anggaran di APBD murni 2026, sekaligus memastikan tidak ada anak yatim yang terabaikan,” jelasnya.
Selain itu, Bupati juga meminta Dinas Sosial menyiapkan wadah panti asuhan sebagai tempat pembinaan anak yatim. Sementara kepada Dinas Pendidikan, ia menginstruksikan agar fokus dalam memastikan anak-anak tetap bersekolah.
“Semua anak di Bengkulu Selatan berhak mendapat akses pendidikan. Anak yatim kami pastikan tetap bersekolah dengan bantuan pemerintah daerah,” tutup Bupati. (117)