112 Ton Beras SPHP di BU Disalurkan Lewat Ini
Tampak masyarakat saat membeli secara langsung beras SPHP di gudang Bulog Kabupaten BU.-Aprizal/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id - Perum Bulog Kabupaten Bengkulu Utara (BU) memastikan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus digelontorkan ke masyarakat sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga pangan.
Kepala Gudang Bulog BU, Henopi menyampaikan, bahwa sejak dimulainya penyaluran pada bulan Juli 2025 lalu hingga saat ini, jumlah beras SPHP yang telah disalurkan mencapai 112 ton.
"Ya, sejak Juli hingga September ini, sudah 112 ton beras SPHP yang kita salurkan. Penyaluran dilakukan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar langsung oleh Bulog sendiri dan juga Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara serta pihak Polres dan Kodim 0423/BU," ujar Henopi, Rabu 10 September 2025.
BACA JUGA:Transmigrasi Batu Ampar BS Kebagian Rp4,5 Miliar, Wamen Viva Yoga Perjuangkan Listrik Desa
BACA JUGA:Ratusan Rekening Penerima Bansos di Rejang Lebong Diblokir, Diduga Terlibat Judi Online
Ditambahkan Henopi, bahwa Program Gerakan Pangan Murah merupakan arahan langsung dari pemerintah pusat sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi, khususnya menjelang akhir tahun di mana kebutuhan pangan masyarakat biasanya meningkat.
Henopi menuturkan, kegiatan GPM di Bengkulu Utara akan terus dilaksanakan hingga Desember 2025 sesuai instruksi pusat. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat membeli beras SPHP dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Kami akan terus menyalurkan beras SPHP hingga akhir tahun. Tujuannya agar harga beras di pasaran tidak melonjak, dan masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga yang stabil,” jelasnya.
Lebih lanjut Henopi menegaskan, bahwa penyaluran beras SPHP hingga saat ini masih terbatas dilakukan oleh instansi pemerintah. Artinya distribusi belum dapat dilakukan melalui mitra Bulog seperti pedagang atau toko ritel. Kebijakan ini diambil agar distribusi lebih terpantau, sehingga benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan serta mampu menekan harga di pasar lokal.
“Untuk sementara, penyaluran SPHP belum bisa melibatkan mitra Bulog. Jadi distribusi hanya melalui instansi pemerintah, dalam hal ini Bulog bersama Pemkab Bengkulu Utara dengan dukungan TNI/Polri,” tukasnya.(afrizal)