Sehari, 2 Warga Kaur Tewas Tenggelam
IST/BE EVAKUASI: Jenazah dua korban tenggelam saat dievakuasi oleh anggota Polsek Kaur Utara dan Maje, 16 September 2025.--
Harianbengkuluekspress.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kaur sejak Senin hingga pagi Selasa, 16 September 2025, menyebabkan 2 warga Kaur tewas tenggelam di sungai. Korban pertama yakni Siprol (35), warga Desa Cuko Betung, Kecamatan Kaur Utara, yang tewas tenggelam saat menangkap ikan di sungai Air Padang persisnya di Desa Guru Agung Kecamatan Kaur Utara, 16 September 2025.
“Ya benar ada warga Desa Cuko Betung yang meninggal tenggelam di aliran sungai Padang Guci Desa Guru Agung. Untuk jenazah korban sudah dimakamkan pihak keluarga,” kata Kapolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda SH SIK MH melalui Kapolsek Kaur Utara Iptu Junaedy Simbolon, Selasa 16 September 2025.
Dijelaskan Kapolsek, korban meninggal karena terseret air sungai hingga hanyut di sungai Padang Guci dari muara air Cawang Kidau ditemukan sekitar pukul 11.25 WIB di pemandian Desa Guru Agung Kecamatan Kaur Utara oleh Marlena (40) warga setempat yang tiba-tiba dikejutkan dengan penemuan mayat dengan posisi telungkup di dalam aliran sungai Padang Guci.
Setelah itu saksi langsung menghubungi warga dan Polsek Kaur Utara untuk dilakukan evakuasi dan dibawah ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dimana dari hasil pemeriksaan korban dipastikan meninggal karena terpeleset saat mencari ikan lalu terseret aliran sungai hingga meninggal dunia.
“Dari hasil pemeriksaan keadaan korban terdapat luka di kepala dan seluruh badan. Juga diduga korban terpeleset saat mencari ikan Subuh tadi pagi,” jelas Kapolsek.
BACA JUGA:Bupati Kaur Dukung Penuh Program Menko Infra
BACA JUGA:Bank Bengkulu Raih 2 Penghargaan Bergengsi Nasional Atas Konsistensi Kinerja Selama 25 Tahun
Sementara itu, peristiwa tenggelam juga terjadi di Kecamatan Maje, tepatnya di Air Linau, yang menewaskan seorang anak SD bernama Gelbi (10), warga Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur. Dimana korban diduga terjatuh saat memancing ikan dari atas jembatan muara dua Desa Linau bersama temannya. Ia memancing bersama temannya saat itu diduga terpeleset sementara air sungai dalam kondisi deras usai hujan. Korban yang diperkirakan tak bisa berenang kehabisan napas. Korban sempat diselamatkan warga dan dibawa ke Puskesmas Linau, tetapi korban tidak dapat terselamatkan dan korban langsung dibawa ke rumah duka Desa Linau Kecamatan Maje.
“Untuk jenazah korban sudah dimakamkan pihak keluarga, penyebab korban meninggal ini diduga terjatuh saat mancing di atas jembatan Linau. Juga dengan kejadian ini kita berharap masyarakat dapat lebih waspada dan berhati-hati dalam kondisi cuaca seperti ini," imbau Kapolsek Maje Ipda Alpino SH. (Irul)