Harian Bengkulu Ekspress

Wabup Ajak Cegah Kekerasan dan TPPO

RENALD/BE Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto--

Harianbengkuluekspress.id – Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah berbagai persoalan sosial yang merugikan masa depan generasi muda. Mulai dari Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP), Kekerasan Terhadap Anak (KTA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), hingga perkawinan usia dini.

Ajakan itu disampaikan Wabup saat menjadi narasumber kegiatan di Aula Bappeda Litbang Bengkulu Selatan, Selasa 16 September 2025. Dalam pemaparannya, ia menegaskan perlunya sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda untuk mencegah tindak kekerasan dan pelanggaran sosial lainnya.

Yevri juga mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap penyalahgunaan identitas KTP dan KTA yang kerap dijadikan modus tindak kejahatan. Ia menekankan perlunya upaya bersama dalam melindungi anak dari perdagangan orang, masalah hukum, hingga perkawinan usia dini.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Bengkulu Selatan agar sama-sama mencegah segala bentuk permasalahan sosial tersebut,” tegas Wabup kepada BE, Rabu 17 September 2025.

BACA JUGA:Bantuan Meja Kursi Sekolah Disalurkan, Bupati Minta Tahun 2027 Tidak Bicara Lagi Tentang Fasilitas Sekolah

BACA JUGA: Banpang Beras 10 Kg di Bengkulu Utara Kembali Disalurkan, Ini Jadwalnya

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemkab Bengkulu Selatan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta berpihak pada perlindungan anak demi masa depan daerah. Ia kembali mengajak warga untuk aktif melakukan pengawasan di lingkungan sekitar.

“Sama-sama kita lakukan pengawasan, cegah dan laporkan bila melihat hal yang tidak wajar atau bermasalah,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Bengkulu Selatan, Nurmalena, menyampaikan dukungannya terhadap perlindungan perempuan dan anak. Ia menegaskan kelompok rentan tersebut harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah, aparat penegak hukum, maupun lembaga negara.

“Kami di dewan akan lebih memperhatikan dan mengawasi agar perempuan dan anak di Bengkulu Selatan terhindar dari segala bentuk kriminalisasi maupun kekerasan,” ujar Nurmalena. (Renald)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan